Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Rembang Jawa Tengah semester tahun 2025 sebesar 13,01 persen. Angka ini turun sebesar 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan jumlah penduduk miskin sebanyak 6.130 jiwa dari total 91.450 jiwa menjadi 85.320 jiwa. Secara nasional wilayah ini menempati peringkat 122 dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Perempuan di Perdesaan dengan Keluhan Kesehatan Periode 2013-2024)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat tertinggi pada tahun 2006 sebesar 33,2 persen dan terendah pada tahun 2025. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2018 sebesar 16,02 persen, sedangkan kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2006 sebesar 8,07 persen. Peringkat nasional wilayah ini terus bergeser dari peringkat 46 tahun 2004 hingga posisi 122 tahun 2025.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 13,73 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 14,39 persen. Angka tahun 2025 menunjukkan nilai lebih rendah dibandingkan kedua rata-rata periode tersebut. Dari enam kabupaten tetangga di Jawa Tengah dengan tingkat kemiskinan berdekatan, penurunan persentase kemiskinan Kabupaten Rembang lebih besar dibandingkan Kabupaten Banyumas namun lebih kecil dibandingkan lima kabupaten lain.
Kabupaten Banjarnegara
Menempati peringkat 117 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 13,28 persen dengan penurunan sebesar 9,72 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 124.660 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 424,32 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat berada pada angka 29,37 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan sebesar 6,07 persen.
Kabupaten Banyumas
Peringkat 168 secara nasional untuk tingkat kemiskinan dengan angka 11,15 persen, menjadikan wilayah ini memiliki persentase penduduk miskin paling rendah diantara kelompok kabupaten yang dibandingkan. Jumlah penduduk miskin mencapai 194.870 jiwa, garis kemiskinan 529,31 ribu rupiah per kapita per bulan, serta pendapatan per kapita sebesar 42,78 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,33 persen.
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kabupaten Subang Bulan Juni Naik 0,09%)
Kabupaten Pemalang
Berada di peringkat 115 nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka 13,32 persen, wilayah ini mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 10,72 persen pada periode terakhir. Tercatat 173.380 jiwa penduduk tergolong miskin, garis kemiskinan sebesar 530,25 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 24,05 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Purbalingga
Peringkat 136 secara nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 12,55 persen dengan penurunan terbesar kedua diantara kelompok yaitu 11,5 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 121.800 jiwa, garis kemiskinan sebesar 491,09 ribu rupiah per kapita per bulan, serta pendapatan per kapita masyarakat 34,43 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sragen
Menempati peringkat 164 nasional untuk tingkat kemiskinan dengan angka 11,22 persen, penurunan angka kemiskinan pada wilayah ini tercatat 9,59 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 100.080 jiwa, garis kemiskinan sebesar 482,83 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 55,52 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Wonosobo
Peringkat 114 secara nasional dengan persentase kemiskinan 13,34 persen, wilayah ini mencatat penurunan angka kemiskinan terbesar diantara seluruh kelompok yaitu 12,7 persen. Terdapat 106.290 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 486,11 ribu rupiah per kapita per bulan, serta pendapatan per kapita masyarakat 28,72 juta rupiah per tahun.