Waspada! Pagi Ini Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi (Selasa, 20 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Selasa (20/1/2026) pukul 08.42 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok sudah erupsi 4 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai 500 meter di atas puncak atau 1.923 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28,4 milimeter dan durasi 42 detik.
(Baca: Titik Panas Karhutla di Sumsel Bertambah pada Pertengahan Oktober 2023)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 20 Januari 2026 pukul 00.00-06.00 WITA menunjukkan terjadi 130 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 19,6-33,8 milimeter dan lama gempa 50-196 detik. Kemudian, 73 kali gempa hembusan dengan amplitudo 6,8-21,8 milimeter dan lama gempa 24-29 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidakmelakukan aktivitas didalam wilayah radius 3 kilometer daripusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 276 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (153 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 16 kali.
(Baca: 55 Bencana Terjadi pada Tengah September 2023, Karhutla Mendominasi)