Gunung Dukono Kembali Erupsi Sore Ini, Tinggi Abu 1.000 Meter dari Atas Puncak
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Dukono di Maluku Utara kembali erupsi pada Rabu (6/5/2026) pukul 17.02 WIT. Dalam sepekan terakhir, Gunung Dukono sudah erupsi 6 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak (2.087 meter di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 12 milimeter dan durasi 117,96 detik.
(Baca: Kualitas Udara di Kota Besar Indonesia Buruk, Jauh dari Standar WHO)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Dukono di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 6 Mei 2026 pukul 00.00-23.59 WIT menunjukkan terjadi 15 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 7-11 milimeter dan lama gempa 15,97-156,3 detik.
Kemudian, 4 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4-34 milimeter s-p 11,92-19,49 detik dan lama gempa 38,97-83,45 detik serta 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 1-10 milimeter dominan 5 milimeter.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 1.827 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (942 kali letusan) sedangkan Gunung Dukono erupsi 95 kali.
(Baca: Kualitas Udara Indonesia Terburuk di ASEAN pada 2022)