Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Kediri tahun 2024 menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit menjadi 6,51 persen, dengan pertumbuhan turun 8,95 persen. Jumlah penduduk miskin turun 1.790 orang menjadi 19.240 orang, sedangkan total penduduk naik sedikit menjadi 300.456 jiwa dengan pertumbuhan 1,23 persen. Kota Kediri berada di urutan 383 se-Indonesia berdasarkan persentase kemiskinan.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kabupaten Luwu)
Data historis kemiskinan Kota Kediri periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi pada 2006 (13,85 persen) dan terendah pada 2024 (6,51 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah pada 2008 (-14,34 persen) dan tertinggi pada 2006 (1,69 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (6,96 persen) dan 5 tahun terakhir (7,26 persen) lebih tinggi dari 2024. Rank se-Indonesia meningkat secara umum dari 251 (2004) ke 383 (2024), kecuali tahun 2015 yang mengalami penurunan rank.
Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi berada di urutan 378 se-Indonesia berdasarkan persentase kemiskinan, posisi sedikit lebih baik dari Kota Kediri. Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 6,54 persen dengan pertumbuhan -10,9 persen, jumlah penduduk miskin 106.610 orang dari total 1.785.316 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 470,71 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 62,09 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk sebesar 0,91 persen, lebih rendah dibanding Kota Kediri.
Kabupaten Blitar
Kabupaten Blitar berada di urutan 304 se-Indonesia, posisi lebih rendah dari Kota Kediri dalam penurunan kemiskinan. Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 8,16 persen dengan pertumbuhan -6,1 persen, jumlah penduduk miskin 95.910 orang dari total 1.257.701 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 408,40 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 37,81 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk 1,06 persen, sedikit lebih rendah dari Kota Kediri.
Kota Blitar
(Baca: Banyak Pengguna Unsubscribed dari Kanal Youtube Ini 22 Nov 2025)
Kota Blitar berada di urutan 365 se-Indonesia, posisi lebih baik dari Kota Kediri. Persentase kemiskinan 6,75 persen dengan pertumbuhan -7,53 persen, jumlah penduduk miskin 9.860 orang dari total 160.539 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 596,11 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 59,33 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk 0,71 persen, lebih rendah dibanding Kota Kediri.
Kota Pasuruan
Kota Pasuruan berada di urutan 388 se-Indonesia, posisi sedikit lebih baik dari Kota Kediri. Persentase kemiskinan 6,32 persen dengan pertumbuhan -4,24 persen, jumlah penduduk miskin 13.070 orang dari total 213.198 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 554,20 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 51,09 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk 0,37 persen, jauh lebih rendah dari Kota Kediri.
Kota Probolinggo
Kota Probolinggo berada di urutan 396 se-Indonesia, posisi terbaik di antara kelompok ini. Persentase kemiskinan 6,18 persen dengan pertumbuhan -4,63 persen, jumlah penduduk miskin 15.240 orang dari total 243.054 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 654,41 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 61,61 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk -0,34 persen, yaitu mengalami penurunan sedikit dibanding Kota Kediri yang naik.
Kabupaten Tulungagung
Kabupaten Tulungagung berada di urutan 390 se-Indonesia, posisi lebih baik dari Kota Kediri. Persentase kemiskinan 6,28 persen dengan pertumbuhan -3,83 persen, jumlah penduduk miskin 66.420 orang dari total 1.136.572 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 447,79 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 46,01 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk 0,39 persen, lebih rendah dibanding Kota Kediri.