KontraS: Prajurit TNI Terlibat Peristiwa Kekerasan, TNI AD Terbanyak
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut pemantauan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), setidaknya ada 130 peristiwa kekerasan yang dilakukan prajurit TNI selama periode Oktober 2025-September 2026.
Temuan tersebut termuat dalam laporan Catatan Hari TNI Ke-81: Hilang Arah Reformasi Militer di Institusi TNI yang dirilis KontraS pada 5 Oktober 2026.
KontraS mencatat, peristiwa kekerasan terbanyak yang dilakukan prajurit TNI adalah penganiayaan dengan jumlah 44 kasus.
Kemudian intimidasi 39 peristiwa, penyiksaan 20 peristiwa, dan penembakan 16 peristiwa. Namun, KontraS menyatakan dalam satu peristiwa biasanya terjadi lebih dari satu tindakan.
Dari 130 peristiwa, prajurit TNI Angkatan Darat (AD) tercatat paling banyak terlibat kasus kekerasan dengan jumlah 67 peristiwa.
Kemudian prajurit TNI Angkatan Laut (AL) tercatat terlibat di 23 peristiwa, prajurit TNI Angkatan Udara (AU) di 6 peristiwa, dan 34 peristiwa lainnya tidak diketahui berasal dari matra apa.
"Hal tersebut mengindikasikan bahwa militer sedari awal tidak akan cocok untuk banyak berinteraksi di ruang sipil, maka harus ada pembatasan dan pemisahan wilayah dan interaksi yang ketat," kata KontraS dalam laporannya.
"Buktinya matra AD sebagai matra yang senantiasa bersinggungan paling banyak dengan sipil dan juga hidup di antara sipil melalui Komando Teritorial dalam lingkup yang paling kecil, seperti Bintara Pembina Desa (Babinsa), menjadi pelaku kekerasan paling banyak di antara matra lainnya," kata KontraS.
Akibat peristiwa kekerasan yang dilakukan prajurit TNI ini, setidaknya 203 orang menjadi korban. Menurut KontraS, satu korban dimungkinkan mengalami dua atau lebih kondisi kekerasan sekaligus.
Adapun rincian korban dari peristiwa kekerasan prajurit TNI selama Oktober 2025-September 2026 antara lain:
- Luka-luka: 124 orang
- Meninggal: 56 orang
- Ditangkap secara sewenang-wenang: 15 orang
- Mengalami kekerasan seksual: 8 orang
(Baca: Daftar 204 Satuan Baru TNI yang Diresmikan Presiden Prabowo Subianto)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Sep) | 3,28% | +0.09 | |
| Inflasi mom (Agu) | 0,21% | +0.35 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.887 | +0.12 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Ekspor Migas (Agu) | 992,20 | +25.98 | |
| Neraca perdagangan (Agu) | 3,55 | +2,814.03 | |
| Impor Migas (Agu) | 3,53 | -6.37 | |
| Ekspor (Agu) | 26,61 | +1.51 | |
| Impor (Agu) | 23,06 | -11.63 | |
| Kunjungan Wisman (Agu) | 1,60 | +4.89 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |