Judi Bola Piala Dunia FIFA 2026 Diperkirakan Tembus Rp885 Triliun
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut perusahaan jasa keuangan Macquarie, Piala Dunia Fédération Internationale de Football Association (FIFA) 2026 menjadi ajang taruhan terbesar sepanjang masa.
Dalam gelaran Piala Dunia ke-23 ini, Macquarie mengestimasikan nilai judi bola global mencapai US$50 miliar atau setara Rp885 triliun (asumsi kurs US$1 adalah Rp17.700).
Nilai tersebut melonjak 42,86% dibanding perkiraan nilai taruhan pada Piala Dunia 2022 yang sebesar US$35 miliar.
“Turnamen ini (Piala Dunia FIFA 2026) akan menyaksikan para petaruh memasang taruhan sekitar U$500 juta per pertandingan," demikian dikutip dari berita estimasi judi bola Macquarie yang dilansir BBC (11/6/2026).
(Baca: Prediksi Juara Piala Dunia FIFA 2026 Hasil Simulasi Superkomputer)
Analis Macquarie, Chad Benyon, mengatakan lonjakan nilai estimasi judi global ini dipengaruhi penambahan jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim.
Hal ini berdampak pada bertambahnya jumlah pertandingan dari 64 menjadi 104 pertandingan.
Selain itu, zona waktu yang menguntungkan dari tuan rumah Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko juga dinilai akan mendongkrak jumlah penonton global.
Menurut Benyon, kondisi tersebut memicu permintaan para petaruh di Eropa, Amerika Latin, dan Afrika.
Di sisi lain, Direktur Stop Predatory Gambling, Les Bernal, memperingatkan bahwa ratusan ribu orang di seluruh dunia, terutama pria muda, berisiko menderita utang yang mengubah hidup dan kesulitan finansial karena perjudian selama Piala Dunia.
Menurutnya, 99 dari 100 petaruh olahraga akan kehilangan uang dalam jangka panjang.
"Model bisnis untuk operator perjudian olahraga komersial sepenuhnya didasarkan pada orang-orang yang telah berubah menjadi pecandu judi," katanya.
"Kecanduan ini bisa menyebabkan korban meninggal karena bunuh diri dengan tingkat yang tidak seperti kecanduan lainnya," ucapnya.
(Baca: Pemicu Kecanduan Judi, Ingin Cepat Kaya sampai Kesepian)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.824 | +0.22 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |