Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester persentase kemiskinan Kabupaten Majalengka Jawa Barat tahun 2025 sebesar 10,31 persen. Nilai ini turun sedikit 0,51 persen dari tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 5.910 jiwa menjadi total 128.670 jiwa. Total penduduk wilayah ini tercatat 1.248.176 jiwa pada periode yang sama.
(Baca: Statistik Produksi Bawang Merah Periode 2013-2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 21,82 persen pada tahun 2006. Angka terendah tercatat pada tahun 2019 sebesar 10,06 persen. Sementara pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2006 sebesar 12,53 persen, dan terendah tahun 2018 turun 14,37 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Majalengka secara nasional saat ini berada di urutan 203 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Dalam kurun 5 tahun terakhir, posisi ranking wilayah ini mengalami pergeseran dari urutan 214 tahun 2023, menjadi 208 tahun 2024, dan menempati urutan 203 pada tahun 2025.
Dari 6 kabupaten tetangga dengan persentase kemiskinan berdekatan di Jawa Barat, Kabupaten Majalengka mencatatkan penurunan persentase kemiskinan sebesar 4,71 persen. Angka penurunan ini lebih besar dibanding Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya, namun lebih kecil dibanding Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan dan Bandung Barat.
Kabupaten Cirebon
Berdudukan peringkat 208 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 10,23 persen dengan penurunan sebesar 7,00 persen tahun terakhir. Terdapat 229.640 jiwa penduduk miskin dari total 2.244.398 jiwa penduduk, dengan garis kemiskinan sebesar 491,60 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 30,64 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Indramayu
Persentase kemiskinan berada di angka 11,02 persen, menduduki peringkat 172 secara nasional dengan penurunan angka kemiskinan sebesar 7,63 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 196.780 jiwa dari total 1.785.748 jiwa penduduk yang tercatat. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 578,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 59,33 juta rupiah per tahun.
(Baca: Statistik NPL Bank Umum Lapangan Usaha Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Periode 2015-2025)
Kabupaten Kuningan
Dengan peringkat 183 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 10,74 persen dan mengalami penurunan sebesar 9,60 persen tahun terakhir. Terdapat 119.670 jiwa penduduk miskin dari total 1.114.201 jiwa penduduk keseluruhan. Garis kemiskinan berada di angka 435,18 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 34,24 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tasikmalaya
Persentase kemiskinan berada pada angka 10,15 persen, menduduki peringkat 210 secara nasional dengan penurunan angka kemiskinan hanya sebesar 0,78 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 185.990 jiwa dari total 1.833.024 jiwa penduduk yang tercatat. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 413,18 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 28,08 juta rupiah per tahun.
Kota Tasikmalaya
Menduduki peringkat 180 secara nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan sebesar 10,84 persen dengan penurunan sebesar 2,34 persen tahun terakhir. Terdapat 75.220 jiwa penduduk miskin dari total 694.136 jiwa penduduk keseluruhan. Garis kemiskinan berada di angka 591,60 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 42,13 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bandung Barat
Dengan persentase kemiskinan 9,87 persen yang menduduki peringkat 228 secara nasional, wilayah ini mencatatkan penurunan angka kemiskinan sebesar 5,91 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 169.660 jiwa dari total 1.719.387 jiwa penduduk yang tercatat. Garis kemiskinan sebesar 471,10 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 34,55 juta rupiah per tahun.