Gunung Semeru Kembali Erupsi Sore Ini, Tinggi Abu Sekitar 600 Meter
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Minggu (19/4/2026) pukul 17.18 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Semeru sudah erupsi 55 kali.
Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 92 detik.
(Baca: Penerima Rumah Susun 2022, Terbanyak Korban Bencana Alam)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Semeru di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 19 April 2026 pukul 06.00-12.00 WIB menunjukkan terjadi 10 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 milimeter dan lama gempa 95-177 detik.
Kemudian, 1 kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 22 mm dan lama gempa 221 detik serta 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-4 milimeter dan lama gempa 71-75 detik.
PVMBG menghimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 1.559 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi dengan 830 kali letusan.
(Baca: Data Jumlah Rumah Terendam Akibat Bencana Alam di RI pada 2014-2014)