Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Sumbawa Naik 0,44% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 25/01/2026 08:40 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat mencapai 2,99% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,44% dari tahun sebelumnya sebesar 2,55%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,51%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Sumbawa lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Sumbawa yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 2,99% dari total penduduk.

Dibanding 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat, PoU di Kabupaten Sumbawa ada di urutan ke-9. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Sumbawa Barat (2,22%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kota Mataram (3,42%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Sumbawa Barat: 2,22%
  2. Kabupaten Dompu: 2,25%
  3. Kota Bima: 2,25%
  4. Kabupaten Lombok Tengah: 2,28%
  5. Kabupaten Bima: 2,28%
  6. Kabupaten Lombok Timur: 2,29%
  7. Kabupaten Lombok Utara: 2,43%
  8. Kabupaten Lombok Barat: 2,79%
  9. Kabupaten Sumbawa: 2,99%
  10. Kota Mataram: 3,42%

(Baca: Estimasi Kebutuhan Pangan Korban Bencana Sumatra (19 Desember 2025))

Data Populer

Loading...