Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Serang, Banten tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 4,48 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya sebesar 0,03 persen dengan pertumbuhan minus 0,67 persen. Jumlah penduduk miskin berkurang 350 jiwa menjadi total 68.510 jiwa pada tahun ini.
(Baca: Statistik Jumlah Pekerja di Sektor Real Estate Kategori Lapangan Pekerjaan Utama di Periode 2015-2025)
Data historis periode 2004 sampai 2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi Kabupaten Serang terjadi pada tahun 2005 sebesar 10,47 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2019 sebesar 4,08 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 21,08 persen, dan pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2008 sebesar minus 31,57 persen. Saat ini wilayah ini berada di peringkat 452 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Nilai persentase kemiskinan 4,48 persen tahun 2025 berada dibawah rata-rata 3 tahun terakhir sebesar 4,61 persen, dan juga lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang tercatat 4,96 persen. Peringkat nasional wilayah ini pernah berada di urutan 482 pada tahun 2019, sebelum bergeser turun peringkat selama periode pandemi kemudian kembali stabil di kisaran peringkat 450 sejak tahun 2022.
Kota Cilegon
Wilayah ini menduduki peringkat 491 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai 3,44 persen dan pertumbuhan turun sebesar 8,27 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.050 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 696,40 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 322,68 juta rupiah per tahun, menjadikannya wilayah dengan pendapatan tertinggi di kelompok perbandingan.
Kota Serang
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Minahasa Selatan | 2004 - 2025)
Peringkat persentase kemiskinan nasional berada di urutan 407, dengan nilai 5,51 persen dan mengalami penurunan sebesar 2,48 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 41.070 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 556,70 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 61,65 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 5,38 persen.
Kota Tangerang Selatan
Wilayah ini menempati peringkat 510 nasional persentase kemiskinan, menjadi yang terendah angka kemiskinannya di kelompok ini dengan nilai 2,39 persen, meskipun mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,27 persen tahun ini. Garis kemiskinan tercatat 864,32 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 85,48 juta rupiah per tahun dan pertumbuhan pendapatan tahunan 6,61 persen.
Kabupaten Tangerang
Persentase kemiskinan tercatat 6,42 persen dengan peringkat nasional 354, mengalami penurunan sebesar 1,98 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 265.900 jiwa, menjadi jumlah terbanyak di kelompok wilayah perbandingan ini. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 655,32 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tercatat 58,18 juta rupiah per tahun.
Kota Tangerang
Menduduki peringkat 417 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 5,19 persen, mengalami penurunan sebesar 4,42 persen pada periode tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 124.760 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 838,54 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 122,82 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 7,31 persen.