KLHK Temukan 326 Hotspot di Indonesia, Terbanyak di Aceh (Rabu, 27 Mei 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 27/05/2026 11:11 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 326 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 120 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Rabu (27/5/2026) pukul 11.11 WIB. Dari 326 titik panas terdeteksi, 8 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 307 titik skala sedang, dan 11 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Banjir Mendominasi Kejadian Bencana di Indonesia Kuartal I 2026)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Aceh sebanyak 47 titik. Sumatera Utara menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 46 titik. Sumatera Barat berada di posisi ketiga sebanyak 45 titik panas.

Sebanyak 39 titik panas terdeteksi di Sumatera Selatan, Riau menyusul dengan 25 titik panas, serta Jambi dan Kalimantan Barat masing-masing memiliki 16 dan 13 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Puluhan RT di Jakarta Terdampak Banjir (5 Mei 2026))

Data Pasar

Macro update by
27 May 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Nilai Tukar USDIDR 17.830 +0.32
Neraca perdagangan (Mar) 3,32 +160.82
Ekspor Migas (Mar) 1,28 +18.60
Impor Migas (Mar) 3,17 +58.74
Ekspor (Mar) 22,53 +1.62
Impor (Mar) 19,21 -8.08
Kunjungan Wisman (Feb) 1,16 -2.42
Inflasi yoy (Apr) 2,42% -1.06
Inflasi mom (Apr) 0,13% -0.28
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
NTP (Apr) 112,29 +0.43

Data Populer

Loading...