Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Tanah Bumbu pada tahun 2024 sebesar 3,41%. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 17,23% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan jumlah penduduk 351.327 jiwa, penduduk miskin mencapai 14.680 jiwa.
Kabupaten Tanah Bumbu menduduki peringkat ke-496 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalimantan Selatan, penurunan ini cukup signifikan. Pertumbuhan jumlah penduduk tercatat sebesar 2,21%. Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan dari tahun 2004 hingga 2024.
(Baca: 5,56% Penduduk di Kabupaten Malinau Masuk Kategori Miskin)
Dalam rentang waktu tersebut, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006, yaitu 10,21%, dengan pertumbuhan 23,61%. Sementara, persentase terendah terjadi pada tahun 2024, yaitu 3,41%, dengan pertumbuhan -17,23%. Rata-rata persentase kemiskinan dalam tiga tahun terakhir adalah 4,26% dan dalam lima tahun terakhir adalah 4,53%.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalimantan Selatan yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Tanah Bumbu menunjukkan beberapa perbedaan. Misalnya, Kabupaten Banjar memiliki persentase kemiskinan lebih rendah, sementara Kabupaten Barito Kuala memiliki persentase kemiskinan lebih tinggi. Perbedaan ini mencerminkan kondisi sosial ekonomi yang berbeda di masing-masing wilayah.
Kabupaten Banjar
Kabupaten Banjar menduduki peringkat ke-509 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka 2,36%. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini adalah 14.460 jiwa, sedikit lebih rendah dibandingkan Kabupaten Tanah Bumbu, meski jumlah penduduknya jauh lebih besar, yakni 584.684 jiwa. Garis kemiskinan di Kabupaten Banjar tercatat sebesar Rp 589.165,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 40,03 juta per tahun, dengan pertumbuhan 4,60%. Penurunan kemiskinan sebesar 3,28% mencerminkan perbaikan kondisi ekonomi, meskipun tidak secepat di Kabupaten Tanah Bumbu.
Kota Banjar Baru
Kota Banjar Baru memiliki persentase kemiskinan 3,79%, menempatkannya pada peringkat ke-488 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kota ini adalah 11.070 jiwa dari total populasi 278.318 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Banjar Baru cukup tinggi, mencapai Rp 781.405,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 53,09 juta per tahun. Pertumbuhan ekonomi yang baik tercermin dari penurunan angka kemiskinan sebesar 3,32%. Pertumbuhan penduduk 2,95% menunjukkan perkembangan positif di wilayah ini.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Kabupaten Barito Kuala
Persentase kemiskinan di Kabupaten Barito Kuala adalah 4,36%, menempatkannya pada peringkat ke-467 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 14.040 jiwa dari total 326.736 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 437.579,00 per kapita per bulan, relatif rendah dibandingkan wilayah lain. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp 34,29 juta per tahun. Pertumbuhan ekonomi stabil, namun penurunan angka kemiskinan hanya 5,22%. Jumlah penduduk tumbuh 1,41%.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Dengan persentase kemiskinan 3,38%, Kabupaten Hulu Sungai Selatan menduduki peringkat ke-497 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini adalah 8.140 jiwa dari total 238.413 jiwa. Garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 583.549,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 41,47 juta per tahun, menunjukkan pertumbuhan yang baik sebesar 6,77%. Penurunan angka kemiskinan mencapai 15,71%. Pertumbuhan penduduk stabil di angka 0,88%.
Kabupaten Tanah Laut
Kabupaten Tanah Laut memiliki persentase kemiskinan 3,74%, menempatkannya pada peringkat ke-491 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 13.400 jiwa dari total populasi 366.757 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp 670.062,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 58,23 juta per tahun. Penurunan kemiskinan hanya sedikit, yakni 0,27%, meskipun pertumbuhan penduduk mencapai 1,6%.
Kabupaten Tapin
Kabupaten Tapin mencatatkan persentase kemiskinan 3,33%, menempati peringkat ke-498 secara nasional. Jumlah penduduk miskin adalah 6.550 jiwa dari total 200.122 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat sebesar Rp 561.101,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 72,45 juta per tahun, tertinggi dibandingkan kabupaten lain. Pertumbuhan angka kemiskinan justru naik sebesar 4,39%. Jumlah penduduk tumbuh 1,89%.