Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester 2025 untuk Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Persentase penduduk miskin tahun ini tercatat 6,72 persen, turun 0,56 poin dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan minus 7,69 persen. Jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 4.010 jiwa menjadi 54.990 jiwa, di tengah total penduduk wilayah yang bertambah 11.933 jiwa menjadi 818.897 jiwa.
Data historis 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2004 sebesar 15,07 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar turun terjadi pada 2008 sebesar minus 26,21 persen, sedangkan kenaikan tertinggi terjadi pada 2021 sebesar 9,3 persen. Posisi rank nasional wilayah ini berada di urutan 338 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Persentase Angkatan Kerja terhadap Jumlah Penduduk Usia Kerja di Jawa Tengah | 2026)
Selama 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini berada di angka 7,20 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 7,63 persen. Nilai 2025 berada sedikit di bawah kedua rata-rata periode tersebut. Rank nasional wilayah ini secara konsisten bergeser membaik selama 10 tahun terakhir, dari urutan 378 pada 2010 menjadi 338 pada 2025.
Kabupaten Berau
Berada di urutan 453 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 4,44 persen dengan penurunan 12,60 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 10.960 jiwa dari total 246.743 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 753,42 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 193,39 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kutai Barat
Rank persentase kemiskinan nasional berada di urutan 260, dengan angka tercatat 8,72 persen dan mengalami penurunan 8,79 persen pada tahun terakhir. Terdapat 13.240 jiwa penduduk miskin dari total 151.939 jiwa penduduk wilayah. Garis kemiskinan sebesar 738,21 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 229,65 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kutai Timur
(Baca: Data 2024: Jumlah Perceraian Jawa Barat 33,26 Ribu Kasus)
Posisi rank nasional persentase kemiskinan berada di urutan 283, dengan angka tercatat 8,07 persen dan penurunan 8,40 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 34.910 jiwa dari total 432.849 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan 773,24 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita wilayah menjadi yang tertinggi di kelompok ini sebesar 325,08 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Paser
Persentase kemiskinan tercatat 8,13 persen dengan posisi rank nasional urutan 282, mengalami penurunan 5,79 persen pada periode terakhir. Terdapat 24.050 jiwa penduduk miskin dari total 295.834 jiwa penduduk wilayah. Garis kemiskinan sebesar 663,24 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 196,72 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Penajam Paser Utara
Berada di urutan 399 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 5,78 persen dengan penurunan 13,60 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.340 jiwa dari total 161.551 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 633,18 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita terendah di kelompok ini sebesar 63,81 juta rupiah per tahun.
Kota Samarinda
Memiliki posisi rank nasional terbaik di kelompok ini yaitu urutan 490 untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 3,45 persen dan penurunan 19,77 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 30.450 jiwa dari total 883.789 jiwa penduduk. Garis kemiskinan tertinggi di kelompok ini sebesar 909,75 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 123,22 juta rupiah per tahun.