Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester 2025 untuk Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Persentase penduduk miskin wilayah ini tercatat 12,98 persen, turun 0,66 poin dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin juga turun dari 24.410 jiwa menjadi 23.400 jiwa, dengan penurunan sebesar 4,14 persen secara tahunan.
(Baca: Inflasi Tahunan Kabupaten Minahasa Utara Juni 2026 Mencapai 2,03%)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Majene pernah mencapai titik tertinggi 27,27 persen pada tahun 2005. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Peringkat nasional wilayah ini saat ini berada di urutan 123 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Selama 3 tahun terakhir angka kemiskinan terus mencatat penurunan setiap periode.
Dari seluruh kabupaten di Sulawesi Barat, angka kemiskinan Kabupaten Majene berada di tengah perbandingan wilayah sekitar. Nilai ini berada di bawah Kabupaten Polewali Mandar yang mencatat 14,02 persen, namun lebih tinggi dibandingkan empat kabupaten lain di provinsi yang sama. Penurunan angka kemiskinan Majene lebih kecil dibandingkan Polewali Mandar yang mencatat penurunan 10,47 persen tahun ini.
Kabupaten Polewali Mandar
Memegang peringkat 97 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat penurunan angka kemiskinan terbesar se-Sulawesi Barat tahun ini. Pendapatan per kapita penduduk tercatat 38,06 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 525,71 ribu rupiah per kapita setiap bulan. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 63.290 jiwa, angka tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan.
Kabupaten Mamasa
(Baca: Nilai Ekspor Olahan Minyak dan Lemak Nabati dan Hewani Provinsi Sumatera Utara April 2026)
Berada di peringkat 103 nasional, angka kemiskinan wilayah ini turun 3,80 persen dibandingkan tahun lalu. Pendapatan per kapita penduduk hanya mencapai 23,30 juta rupiah per tahun, menjadi nilai terendah diantara seluruh kabupaten dalam perbandingan ini. Garis kemiskinan tercatat 367,51 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan total penduduk miskin sebanyak 22.870 jiwa.
Kabupaten Mamuju
Peringkat 326 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini hanya mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 2,24 persen tahun ini. Pendapatan per kapita penduduk tercatat 58,09 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 378,20 ribu rupiah per kapita per bulan. Total penduduk miskin di wilayah ini mencapai 22.480 jiwa pada periode laporan 2025.
Kabupaten Mamuju Tengah
Berada di peringkat 317 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 6,48 persen tahun ini. Pendapatan per kapita penduduk tercatat 35,12 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan terendah se-Sulawesi Barat yaitu 344,13 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin tercatat 10.620 jiwa pada tahun 2025.
Kabupaten Mamuju Utara
Memegang peringkat 428 secara nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan terendah diantara seluruh kabupaten yang dibandingkan. Angka kemiskinan turun 4,80 persen tahun ini, dengan pendapatan per kapita tertinggi mencapai 89,16 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan tercatat 477,89 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan total penduduk miskin hanya 9.650 jiwa.