Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan Kabupaten Simeulue Aceh tahun 2025 berada di angka 15,52 persen. Angka ini turun sebesar 2,17 poin persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 17,69 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 12,27 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini juga berkurang sebanyak 2.010 jiwa, dari sebelumnya 17.590 jiwa menjadi 15.580 jiwa.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Cirebon | 2004 - 2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan tertinggi wilayah ini tercatat pada tahun 2004 yaitu 34,26 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini, dengan penurunan terbesar sepanjang sejarah terjadi pada tahun ini. Posisi rank persentase kemiskinan Kabupaten Simeulue secara nasional berada di urutan 79 dari total 514 kabupaten kota di Indonesia.
Dalam kurun 5 tahun terakhir, angka kemiskinan wilayah ini secara konsisten mengalami penurunan, kecuali hanya sekali sedikit naik pada tahun 2021. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 17,04 persen, sehingga angka tahun 2025 ini berada 1,52 poin persen lebih rendah dari rata-rata tersebut. Rank nasional wilayah ini sempat stabil di urutan 70 selama 4 tahun berturut-turut sebelum bergeser ke urutan 79 tahun ini.
Kabupaten Bener Meriah
Berada di urutan 70 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 16,20 persen tahun 2025 dengan penurunan sebesar 10,89 persen dari tahun sebelumnya. Garis kemiskinan disini tercatat 602,42 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 40,35 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,45 persen.
Kabupaten Nagan Raya
Rank nasional persentase kemiskinan berada di urutan 81, dengan angka kemiskinan tercatat 15,42 persen tahun ini. Penurunan angka kemiskinan mencapai 8,97 persen, lebih kecil dibandingkan penurunan Kabupaten Simeulue. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 642,82 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 74,57 juta rupiah per tahun.
(Baca: 10,1% Penduduk di Kabupaten Tanggamus Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Pidie Jaya
Urutan 72 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 16,12 persen tahun 2025. Penurunan angka kemiskinan mencapai 11,82 persen, sedikit lebih rendah dibanding penurunan Kabupaten Simeulue. Garis kemiskinan berada di angka 610,76 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 29,75 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pidie
Berada di urutan 67 secara nasional persentase kemiskinan, angka kemiskinan disini tercatat 16,46 persen tahun ini dengan penurunan 11,46 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 77.700 jiwa, menjadi yang tertinggi diantara kelompok kabupaten dengan angka kemiskinan berdekatan ini. Garis kemiskinan tercatat 618,45 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Aceh Barat
Rank nasional persentase kemiskinan berada di urutan 80, dengan angka kemiskinan tercatat 15,50 persen tahun 2025. Penurunan angka kemiskinan mencapai 11,93 persen, hampir setara dengan penurunan yang dialami Kabupaten Simeulue. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini mencapai 71,02 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 4,53 persen.
Kabupaten Aceh Utara
Urutan 93 secara nasional untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan wilayah ini tercatat 14,27 persen tahun 2025, menjadi angka terendah diantara seluruh kabupaten pada daftar ini. Garis kemiskinan tercatat 483,72 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 93.430 jiwa.