Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Pacitan Jawa Timur semester 2025 sebesar 12,97 persen. Angka ini sedikit turun dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 13,08 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 0,84 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 72.470 jiwa, berkurang sebanyak 560 jiwa dari tahun sebelumnya.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Banyumas 6,26 Persen)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Pacitan pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 25,39 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Posisi ranking persentase kemiskinan Kabupaten Pacitan secara nasional berada di urutan 124 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
Selama 21 tahun pencatatan, pertumbuhan angka kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2006 dengan kenaikan 4,7 persen. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2022 dengan penurunan 8,67 persen. Dalam 3 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini berada di angka 13,23 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 13,73 persen.
Kabupaten Bondowoso
Berada di urutan 141 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 12,20 persen dengan penurunan sebesar 3,17 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 96.710 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 526,33 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 35,87 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,08 persen.
Kabupaten Lamongan
Posisi ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 147, dengan angka tercatat 12,03 persen dan mengalami penurunan 1,07 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 145.450 jiwa, garis kemiskinan 543,48 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 40,47 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,09 persen.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Kepulauan Yapen | 2024)
Kabupaten Ngawi
Urutan 105 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 13,62 persen dan penurunan 1,38 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 114.900 jiwa, garis kemiskinan 459,55 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 31,28 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,58 persen.
Kabupaten Pamekasan
Berada di peringkat 130 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 12,77 persen dengan penurunan sebesar 4,77 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 118.520 jiwa, garis kemiskinan 482,28 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 27,21 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,01 persen.
Kabupaten Probolinggo
Peringkat 69 secara nasional untuk persentase kemiskinan, mencatatkan angka 16,31 persen dengan penurunan 0,85 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 196.260 jiwa, garis kemiskinan 545,22 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 41,41 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,45 persen.
Kabupaten Tuban
Urutan 96 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 14,13 persen dan mengalami penurunan 1,60 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 168.860 jiwa, garis kemiskinan 504,82 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 75,15 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,70 persen.