Gunung Semeru Erupsi pada Minggu Sore, Tingkat Aktivitas di Level Siaga
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Minggu (15/2/2026) pukul 15.54 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Semeru sudah erupsi 49 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai None meter di atas puncak (None meter di atas permukaan laut).
Visual letusan tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 116 detik.
(Baca: Jumlah Korban Bencana Alam di Indonesia hingga 8 Juli 2025)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Semeru di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 15 Februari 2026 pukul 06.00-12.00 WIB menunjukkan terjadi 25 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 8-23 milimeter dan lama gempa 67-146 detik.
Kemudian, 1 kali gempa guguran dengan amplitudo 3 mm dan lama gempa 45 detik serta 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4-6 milimeter dan lama gempa 42-50 detik.
PVMBG menghimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 610 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi dengan 316 kali letusan.
(Baca: Jumlah Kejadian Bencana Alam di Provinsi-Provinsi Pulau Jawa 2020-2024)