Kementerian LHK: Jumlah Hotspot di Indonesia Capai 206 Dalam 24 Jam Terakhir (Selasa, 26 Mei 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 26/05/2026 11:11 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 206 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 67 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Selasa (26/5/2026) pukul 11.11 WIB. Dari 206 titik panas terdeteksi, 1 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 203 titik skala sedang, dan 2 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: 5 Provinsi dengan Titik Panas Karhutla di Ekosistem Gambut Terbanyak sampai Agustus 2025)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Sumatera Utara sebanyak 43 titik. Aceh menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 26 titik. Maluku Utara berada di posisi ketiga sebanyak 20 titik panas.

Sebanyak 17 titik panas terdeteksi di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan menyusul dengan 12 titik panas, serta Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat masing-masing memiliki 12 dan 12 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: 55 Bencana Terjadi pada Tengah September 2023, Karhutla Mendominasi)

Data Pasar

Macro update by
26 May 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Nilai Tukar USDIDR 17.760 +0.15
Neraca perdagangan (Mar) 3,32 +160.82
Ekspor Migas (Mar) 1,28 +18.60
Impor Migas (Mar) 3,17 +58.74
Ekspor (Mar) 22,53 +1.62
Impor (Mar) 19,21 -8.08
Kunjungan Wisman (Feb) 1,16 -2.42
Inflasi yoy (Apr) 2,42% -1.06
Inflasi mom (Apr) 0,13% -0.28
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
NTP (Apr) 112,29 +0.43

Data Populer

Loading...