Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Buru Selatan Naik 3,16% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 24/04/2026 08:48 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Buru Selatan Provinsi Maluku (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Buru Selatan, Maluku sebesar 36,17% pada 2025.

Angka tersebut naik 3,16% dari tahun sebelumnya sebesar 33,01%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 11,63%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Buru Selatan lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Buru Selatan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 36,17% dari total penduduk.

Dibanding 10 kabupaten/kota lain di Provinsi Maluku, PoU di Kabupaten Buru Selatan ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Ambon (24,78%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Maluku pada 2025.

  1. Kota Ambon: 24,78%
  2. Kabupaten Maluku Tengah: 30,26%
  3. Kota Tual: 30,73%
  4. Kabupaten Maluku Barat Daya: 30,73%
  5. Kabupaten Maluku Tenggara: 30,99%
  6. Kabupaten Buru: 32,36%
  7. Kabupaten Seram Bagian Barat: 32,94%
  8. Kabupaten Kepulauan Aru: 33,31%
  9. Kabupaten Seram Bagian Timur: 33,63%
  10. Kabupaten Kepulauan Tanimbar: 35,76%

(Baca: Sebaran Kelas Ekonomi Penduduk RI 2019-2025 menurut Mandiri Institute )

Data Populer

Loading...