Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Banggai Naik 2,15% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 10/03/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah sebesar 10,3% pada 2025.

Angka tersebut turun 0,61% dari tahun sebelumnya sebesar 10,91%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,15%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Banggai lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Banggai yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 10,3% dari total penduduk.

Dibanding 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tengah, PoU di Kabupaten Banggai ada di urutan ke-6. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Palu (6,41%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Banggai Kepulauan (19,4%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tengah pada 2025.

  1. Kota Palu: 6,41%
  2. Kabupaten Morowali: 6,42%
  3. Kabupaten Morowali Utara: 7,4%
  4. Kabupaten Poso: 8,37%
  5. Kabupaten Parigi Moutong: 9,63%
  6. Kabupaten Banggai: 10,3%
  7. Kabupaten Buol: 10,33%
  8. Kabupaten Tojo Una Una: 12,38%
  9. Kabupaten Donggala: 12,44%
  10. Kabupaten Sigi: 13,33%

(Baca: Pandeglang, Wilayah Banten dengan Angka Kemiskinan Tertinggi Maret 2025)

Data Populer

Loading...