Gunung Ili Lewotolok Erupsi pada Senin Sore, Statusnya Waspada
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Senin (5/1/2026) pukul 15.43 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok hanya sekali erupsi.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai 500 meter di atas puncak (1.923 meter di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28,8 milimeter dan durasi 45 detik.
(Baca: Gempa Bumi Berkekuatan 4.7 M Guncang Kepulauan Bonin, Wilayah)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 5 Januari 2026 pukul 00.00-23.59 WITA menunjukkan terjadi 110 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 9,4-31,6 milimeter dan lama gempa 46-238 detik.
Kemudian, 5 kali gempa guguran dengan amplitudo 1,4-3,4 mm dan lama gempa 35-54 detik serta 167 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1,1-13,6 milimeter dan lama gempa 18-54 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, serta sektoral selatan-tenggara dan barat sejauh 2,5 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 66 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (37 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 1 kali.