Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Balikpapan Naik 2,34% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sebesar 8,24% pada 2025.
Angka tersebut naik 2,34% dari tahun sebelumnya sebesar 5,9%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,34%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Balikpapan lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kota Balikpapan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 8,24% dari total penduduk.
Dibanding 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Timur, PoU di Kota Balikpapan ada di urutan ke-4. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Berau (6,84%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Paser (11,06%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Timur pada 2025.
- Kabupaten Berau: 6,84%
- Kota Bontang: 7,6%
- Kabupaten Kutai Timur: 7,98%
- Kota Balikpapan: 8,24%
- Kabupaten Kutai Barat: 8,33%
- Kabupaten Penajam Paser Utara: 8,45%
- Kota Samarinda: 8,55%
- Kabupaten Kutai Kartanegara: 8,69%
- Kabupaten Mahakam Hulu: 9,02%
- Kabupaten Paser: 11,06%
(Baca: Jakarta Selatan, Kota dengan Lapangan Padel Terlaris pada 2025)