Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Sarmi Turun 2,81% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Sarmi, Papua sebesar 35,73% pada 2025.
Angka tersebut turun 6,18% dari tahun sebelumnya sebesar 41,91%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,81%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Sarmi lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Sarmi yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 35,73% dari total penduduk.
Dibanding 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua, PoU di Kabupaten Sarmi ada di urutan ke-7. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Jayapura (12,49%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Mamberamo Raya (59,17%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua pada 2025.
- Kota Jayapura: 12,49%
- Kabupaten Jayapura: 23,38%
- Kabupaten Kepulauan Yapen: 30,31%
- Kabupaten Waropen: 33,62%
- Kabupaten Supiori: 34,01%
- Kabupaten Biak Numfor: 34,26%
- Kabupaten Sarmi: 35,73%
- Kabupaten Keerom: 39,89%
- Kabupaten Mamberamo Raya: 59,17%
(Baca: Data Pembangunan TIK Nasional 2023: Jakarta Teratas, Papua Terbawah)