Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Persentase penduduk miskin berada di angka 3 persen, turun 0,74 persen dari tahun sebelumnya. Total penduduk miskin tercatat 10.830 jiwa, turun sebesar 2.570 jiwa atau 19,18 persen dibandingkan periode 2024.
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kota Bitung Rp.115,42 Juta Data per 2025)
Sepanjang periode pencatatan 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 9,19 persen pada tahun 2005. Angka 3 persen pada 2025 menjadi nilai terendah yang pernah tercatat sepanjang 21 tahun data. Pada tahun ini, Kabupaten Tanah Laut menempati peringkat 503 dari total 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Tiga tahun terakhir angka persentase kemiskinan wilayah ini bergerak di rentang 3,73 persen hingga 3 persen. Penurunan sebesar 19,79 persen pada 2025 merupakan penurunan terbesar yang pernah tercatat sepanjang sejarah data. Sebelumnya pergerakan angka hanya berubah sedikit maksimal 0,27 persen setiap tahun pada 2 tahun sebelumnya.
Dari lima kabupaten tetangga dengan tingkat kemiskinan berdekatan di Kalimantan Selatan, hanya Kabupaten Banjar yang mencatatkan kenaikan persentase kemiskinan. Seluruh empat wilayah lain mencatatkan penurunan, dengan penurunan terbesar terjadi pada Kabupaten Tapin sebesar 12,61 persen.
Kabupaten Banjar
Wilayah ini menempati peringkat 508 secara nasional untuk persentase kemiskinan, menjadi urutan terendah tingkat kemiskinan di kelompok perbandingan. Persentase kemiskinan tercatat 2,74 persen dengan pertumbuhan naik 16,10 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin mencapai 16.920 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 634,53 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 41,99 juta rupiah per tahun.
Kota Banjar Baru
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Riau Desember 2025: Naik Jadi Rp.713,12 Ribu per Kapita/Bulan)
Peringkat persentase kemiskinan wilayah ini berada di urutan 491 secara nasional. Angka kemiskinan tercatat 3,44 persen dan mengalami penurunan sebesar 9,23 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin berada di angka 10.270 jiwa, memiliki garis kemiskinan tertinggi di kelompok ini yaitu 814,29 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 55,62 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Pada peringkat 500 secara nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 3,12 persen dengan penurunan sebesar 7,69 persen tahun ini. Tercatat 7.550 jiwa penduduk masuk kategori miskin, garis kemiskinan berada di angka 598,55 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 43,97 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tanah Bumbu
Wilayah ini menempati peringkat 499 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan. Angka kemiskinan tercatat 3,13 persen dan mengalami penurunan sebesar 8,21 persen pada periode terakhir. Terdapat 13.810 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 660,03 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 110,38 juta rupiah per tahun, menjadi yang tertinggi di kelompok perbandingan.
Kabupaten Tapin
Pada peringkat 505 secara nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 2,91 persen dengan penurunan terbesar di kelompok yaitu 12,61 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin tercatat 5.770 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 562,50 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 76,20 juta rupiah per tahun.