Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Bireuen Aceh tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 10,3 persen, turun 14,88 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 51.600 jiwa, turun sebanyak 8.330 jiwa dari periode sebelumnya.
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Tanaman Perkebunan Periode 2013-2025)
Sepanjang periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan daerah ini tercatat tertinggi pada tahun 2004 sebesar 29,25 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2025, sedangkan satu-satunya kenaikan kemiskinan terjadi pada tahun 2021 sebesar 1,45 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Bireuen secara nasional saat ini berada di urutan 205 dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Ranking ini bergeser turun sebanyak 42 peringkat dibandingkan posisi tahun 2024 yang berada di urutan 163 nasional.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 11,51 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 12,21 persen. Hal menunjukkan angka kemiskinan tahun 2025 berada jauh di bawah rata-rata periode pendek maupun menengah daerah ini.
Kota Lhokseumawe
Berada di peringkat 249 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 9,01 persen dengan penurunan sebesar 13,7 persen tahun lalu. Jumlah penduduk mencapai 220.834 jiwa, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 19.900 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 529,67 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan garis kemiskinan sedikit sebesar 1,34 persen. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 62,54 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Besar
Peringkat 170 secara nasional untuk angka kemiskinan, mencatat persentase 11,05 persen dengan penurunan 16,35 persen pada periode terakhir. Tercatat 49.900 jiwa penduduk masuk kategori miskin dari total 451.729 jiwa penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan sebesar 598,16 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 45,05 juta rupiah per tahun.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Jambi 2025: Kenaikan Jadi Rp1,48 Juta per Bulan)
Kabupaten Aceh Jaya
Pada peringkat 202 nasional, angka kemiskinan tercatat 10,37 persen dengan penurunan 15,35 persen tahun lalu. Dari total 101.270 jiwa penduduk, tercatat 10.500 jiwa masuk kategori miskin. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 542,09 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini mencapai 38,50 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Selatan
Berada di urutan 227 nasional untuk indikator kemiskinan, mencatat angka 9,89 persen dengan penurunan 17,72 persen periode terakhir. Terdapat 25.390 jiwa penduduk miskin dari total 256.776 jiwa penduduk di wilayah ini. Garis kemiskinan sebesar 538,17 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita tercatat 32,87 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Tamiang
Peringkat 180 secara nasional untuk angka kemiskinan, tercatat persentase 10,84 persen dengan penurunan 10,93 persen pada tahun lalu. Dari total 313.210 jiwa penduduk, terdapat 33.960 jiwa yang masuk kategori miskin. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 590,29 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat 38,38 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Tenggara
Pada peringkat 231 nasional indikator kemiskinan, mencatat angka 9,78 persen dengan penurunan 18,43 persen periode terakhir. Terdapat 22.520 jiwa penduduk miskin dari total 230.210 jiwa penduduk wilayah. Garis kemiskinan sebesar 502,07 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 30,39 juta rupiah per tahun.