Data per 2025, pertumbuhan pengeluaran barang dan jasa kelompok miskin di Jawa Barat tercatat 17,71%. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp35,61 ribu. Sebelumnya, Jawa Barat pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada 2022 sebesar 25,91% dan untuk rata-rata enam tahun terakhir pertumbuhan mencapai 11,68%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Statistik Pengeluaran Barang Kecantikan Kelompok Rentan Miskin Periode 2013-2025)
Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data pengeluaran barang dan jasa kelompok miskin di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin pengeluaran barang dan jasa kelompok miskin di tanah air.
Urutan pertama adalah Kalimantan Timur, wilayah ini mencatatkan hingga Rp64,51 ribu. Provinsi ini mencatatkan peningkatan Rp16,69 ribu dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
(Baca: Data 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Biak Numfor Rp.48 Juta)
Berikutnya adalah Sumatera Utara yang mencatatkan pengeluaran barang dan jasa kelompok miskin Rp62,9 ribu lebih tinggi periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, pengeluaran barang dan jasa kelompok miskin di provinsi ini naik 9,91% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, pengeluaran barang dan jasa kelompok miskin di Sumatera Barat naik 11,45% menjadi Rp58,09 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Riau dengan pengeluaran barang dan jasa kelompok miskin Rp55,81 ribu (naik 17,46%) dan pengeluaran barang dan jasa kelompok miskin di Papua Barat naik 15,84% menjadi Rp53,45 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan pengeluaran barang dan jasa kelompok miskin jumlah tertinggi:
- Kalimantan Timur Rp64,51 ribu
- Sumatera Utara Rp62,9 ribu
- Sumatera Barat Rp58,09 ribu
- Riau Rp55,81 ribu
- Papua Barat Rp53,45 ribu
- Kep. Riau Rp52,75 ribu
- DKI Jakarta Rp51,14 ribu
- Maluku Utara Rp50,74 ribu
- Lampung Rp50,65 ribu
- DI Yogyakarta Rp49,43 ribu