PT Eagle High Plantations Tbk Pimpin Skor KESGI Sektor Perkebunan 2025 dengan 64,8

1
Agus Dwi Darmawan 26/10/2026 13:34 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Perusahaan dengan Skor KESGI Tertinggi Sektor Perkebunan 2025
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

PT Eagle High Plantations Tbk menempati peringkat pertama skor Katadata ESG Insight (KESGI) sektor Perkebunan pada 2025 dengan nilai 64,8 dari 100, selisih 0,03 poin dari PT Salim Ivomas Pratama Tbk (64,75 berbanding 64,72). Median sektor dari 29 perusahaan yang dinilai berada di 51,8. Skor Eagle High Plantations Tbk naik 12,8 poin dibanding 2024.

Di sektor Perkebunan, skor ESG disusun dari tiga pilar dengan bobot E 40% / S 35% / G 25%. Skor pilar Eagle High Plantations Tbk masing-masing: Lingkungan 81,6, Sosial 46,4, Tata Kelola 63,4.

Pilar Lingkungan menyumbang poin terbesar, yakni 32,6 poin atau 50% dari skor total (skor pilar 81,6 × bobot 40%).

Dibandingkan median sektor, keunggulan terbesar ada di pilar Lingkungan (+20,5 poin), sedangkan pilar Tata Kelola paling tipis keunggulannya (+2,4 poin dari median 61,0).

Jika diurai ke level topik, tiga topik yang diperkirakan paling banyak menyumbang poin adalah Strategi Transisi Iklim (skor 69, sekitar 8,0 poin / 12% skor total); Tata Kelola Keberlanjutan (skor 45, sekitar 7,6 poin / 12% skor total); Pemasok/Vendor (skor 100, sekitar 5,6 poin / 9% skor total).

Keunggulan terbesar terhadap median sektor terlihat pada Keanekaragaman Hayati (81 vs median 46, peringkat 1 dari 23); Manajemen Emisi (94 vs median 59, peringkat 2 dari 23); Pemasok/Vendor (100 vs median 67, peringkat 1 dari 23).

Sementara itu, ruang perbaikan masih ada pada Etika Bisnis & Anti Korupsi (32 vs median 50); Tata Kelola Keberlanjutan (45 vs median 62).

Data mentah KESGI menunjukkan, pada topik Strategi Transisi Iklim, penggunaan pestisida tercatat 0,8 liter/ha. Penggunaan pupuk kimia tercatat 370,0 kg/ha/tahun, turun 97,8% dari 17.080 kg/ha/tahun setahun sebelumnya, di bawah rata-rata sektor (911,3 kg/ha/tahun). Pelepasan air limbah & kualitas tercatat 660.280 m3 per tahun, turun 23,4% dari 861.511 m3 per tahun setahun sebelumnya, di bawah rata-rata sektor (1.061.575 m3 per tahun).

Pada topik Tata Kelola Keberlanjutan, jumlah anggota dewan direksi tercatat 4,0 orang, naik 33,3% dari 3,0 orang setahun sebelumnya, di bawah rata-rata sektor (4,5 orang).

Lima perusahaan dengan skor tertinggi di sektor Perkebunan pada 2025 adalah sebagai berikut.

PeringkatPerusahaanESGESGSelisih YoY
1PT Eagle High Plantations Tbk64,881,646,463,4+12,8
2PT Salim Ivomas Pratama Tbk64,776,939,880,1+17,0
3PT Dharma Satya Nusantara Tbk63,966,461,064,1+10,3
4PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk63,073,542,574,8+6,2
5PT Triputra Agro Persada Tbk62,481,741,361,0+10,7

Secara keseluruhan, median skor KESGI sektor Perkebunan bergerak dari 36,8 (2021) ke 51,8 (2025), dengan titik tengah 40,0 pada 2023.

Dalam catatan KESGI untuk sektor ini, kelengkapan laporan ESG meningkat dari 71% entitas compliant menjadi 83%, menunjukkan peningkatan adopsi standar pelaporan global; kelengkapan dan kualitas laporan ESG meningkat secara bertahap, menunjukkan adopsi standar pelaporan yang semakin terstruktur meskipun masih terdapat gap pada konsistensi data; jumlah perempuan di dewan meningkat dari 128 orang menjadi 146 orang atau naik sekitar 14,1%, menunjukkan peningkatan partisipasi gender di level strategis.

Seperti tertulis dalam laporan Katadata ESG Index (KESGI) 2025:

"Di sisi lain, sub-aspek pelaporan limbah dan efluen mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni sebesar 29,50, dari skor median 79,56 pada 2024 menjadi 50,06 pada 2025. Penurunan ini disebabkan oleh sedikitnya perusahaan yang melaporkan jumlah limbah yang didaur ulang dalam laporan keberlanjutannya. Berdasarkan praktik umum di sektor Perkebunan, banyak perusahaan memang sudah melakukan pengelolaan limbah, namun tidak seluruhnya mengungkapkan secara kuantitatif volume limbah yang didaur ulang atau dimanfaatkan kembali." — Laporan KESGI 2025, hlm. 29 (bagian Perkebunan)

"Skor median aspek lingkungan pada sektor perkebunan bersifat fluktuatif. Pertumbuhan aspek lingkungan meningkat pada tahun 2024, dengan skor mediannya meningkat sebesar 1.4 atau 1.99% dari tahun 2023. Namun, di tahun 2025 terjadi penurunan nilai median aspek lingkungan dari 71.49 menjadi 66.75, turun sebesar -4.74 atau -6.63% dari tahun sebelumnya." — Laporan KESGI 2025, hlm. 28 (bagian Perkebunan)

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Pasar

Macro update by
26 October 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Sep) 3,28% +0.09
Inflasi mom (Agu) 0,21% +0.35
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 18.127 +0.50
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Ekspor Migas (Agu) 992,20 +25.98
Neraca perdagangan (Agu) 3,55 +2,814.03
Impor Migas (Agu) 3,53 -6.37
Ekspor (Agu) 26,61 +1.51
Impor (Agu) 23,06 -11.63
Kunjungan Wisman (Agu) 1,60 +4.89
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...