Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Naik Menuju Level US$17.000 /Ton (Jumat, 28 Agustus 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Westmetall mencatat harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan pada hari ini naik 0,95% menuju level US$ 17.000 per ton. Kenaikan harga ini termasuk yang cukup tinggi dibandingkan rata-rata pergerakan harga dalam sepekan terakhir.
Kemarin, harga komoditas nikel mengalami lonjakan tertinggi pada Jumat, 28 Agustus 2026 sebesar 0,95%. Sedangkan, perdagangan terhitung sejak awal tahun menguat dengan pertumbuhan tahun berjalan (year to date) sebesar 0,5%.
(Baca: Harga Gandum Kontrak Tiga Bulan - US Wheat Futures Naik Selama Lima Hari Terakhir)
Kondisi saat ini serupa dengan pergerakan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan dalam satu hari terakhir yang sedang dalam tren turun.
Seminggu terakhir, pergerakan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan tumbuh 0,68% dengan rata-rata harga transaksi harian adalah US$16,97 ribu per ton. Alhasil sepanjang 2026, harga komoditas nikel telah naik 0,5% dari posisi awal tahun yang berada di level US$16.915 per ton. Bahkan dari harga tertingginya tahun ini di US$19.675 per ton, harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan telah turun 13,6%.
Secara tahunan, rata-rata perdagangan harga komoditas nikel untuk kontrak 3 bulan ke depan dalam lima tahun terakhir dalam tren turun. Sementara itu, untuk pantauan harga secara bulanan, transaksi dalam 12 bulan terakhir cenderung naik. Tertinggi, harga rata-rata bulanan komoditas komoditas nikel pernah tercatat yakni pada Mei 2026 diharga US$19,01 ribu per ton.
Faktor yang Memengaruhi Harga Nikel
Harga nikel dipengaruhi oleh lonjakan permintaan untuk baterai kendaraan listrik (EV) di satu sisi, dan besarnya pasokan dari Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia di sisi lain. Kebijakan hilirisasi dan larangan ekspor bijih, ekspansi smelter, hingga permintaan baja nirkarat (stainless steel) menjadi penggerak utama.
Apa Itu Nikel dan Kenapa Harganya Dipantau?
Nikel adalah logam yang diperdagangkan dengan acuan London Metal Exchange (LME) dan menjadi bahan baku strategis baterai serta baja nirkarat. Indonesia memegang cadangan dan produksi nikel terbesar dunia, sehingga kebijakan dalam negeri berdampak langsung ke harga global.
Kenapa Harga Nikel Hari Ini Bisa Naik atau Turun?
Harga nikel harian banyak digerakkan oleh permintaan baterai EV, dinamika pasokan smelter Indonesia, harga baja nirkarat, serta arah dolar AS dan ekonomi Tiongkok. Dalam 30 hari terakhir, tren harga nikel cenderung turun (pelemahan).
Indonesia menguasai 60% produksi nikel global, namun posisi ini menghadapi sejumlah tantangan struktural industri. seperti diberitakan Katadata "dominasi produksi tersebut belum sebanding dengan kekuatan akses pasar."
Indonesia sebagai pusat produksi nikel dunia tengah mempercepat hilirisasi untuk rantai baterai kendaraan listrik. Di balik peluang ekonomi ini, pengelolaan limbah pengolahan menjadi tantangan serius, seperti diberitakan Katadata "Produksi satu ton nikel dapat menghasilkan lebih dari 100 ton residu."
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.692 | -0.33 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |