- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data historis jumlah sekolah SMA di Provinsi Papua Selatan yang mulai tercatat secara resmi mulai tahun 2023. Pada tahun 2023 tercatat terdapat 37 unit sekolah SMA, kemudian mengalami penambahan sebanyak 3 unit menjadi 40 unit pada tahun 2024. Sampai dengan tahun 2025, data jumlah sekolah SMA untuk provinsi ini belum tercatat secara lengkap. Secara nasional, jumlah sekolah SMA di Papua Selatan menempati urutan ke-38 selama dua tahun berturut-turut pada 2023 dan 2024.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Berdasarkan data pendukung, pada tahun 2024 total 40 unit sekolah SMA di Papua Selatan terdiri dari 24 unit SMA Negeri dan 16 unit SMA Swasta. SMA Negeri mendominasi sebanyak 60% dari total seluruh sekolah SMA di provinsi ini, sementara sisanya 40% merupakan sekolah swasta. Kedua jenis sekolah sama-sama mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, yaitu pertumbuhan 9,1% untuk SMA Negeri dan 6,7% untuk SMA Swasta.
BPS juga mencatat pada tahun 2023, jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Papua Selatan mencapai 27.690 jiwa. Sampai saat ini belum ada pembaruan data terbaru untuk angka penduduk usia SMA setelah tahun tersebut. Secara peringkat nasional, jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun provinsi ini menempati urutan ke-37 secara nasional pada tahun 2023.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA NEGERI 15 DEPOK 2025)
Untuk sisi tenaga pendidik pada tahun 2024, tercatat terdapat total 926 guru SMA di Papua Selatan, mengalami kenaikan sebesar 0,3% dibanding tahun 2023 yang hanya berjumlah 923 guru. Total tenaga pendidik dan kepala sekolah untuk SMA Negeri tercatat 723 orang, mengalami pertumbuhan 2% dibanding tahun sebelumnya. Sebaliknya untuk SMA Swasta justru mengalami penurunan tenaga pendidik sebesar 5,1% menjadi 203 orang pada tahun 2024.
Secara keseluruhan, pertumbuhan jumlah sekolah SMA di Papua Selatan berjalan stabil dua tahun terakhir. Namun penambahan jumlah sekolah masih perlu terus diselaraskan dengan jumlah penduduk usia sekolah, guna memastikan ketersediaan akses pendidikan menengah atas yang merata di seluruh wilayah provinsi yang berada di Pulau Papua ini.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.714 | +0.19 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Apr) | 0,13% | -0.28 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |