Rekor Terlemah Baru Rupiah, Sentuh Rp17.666 per Dolar AS (Senin, 18 Mei 2026)
Mohon maaf, telah terjadi kesalahan
Untuk sementara, data ini tidak dapat ditampilkan. Kami sedang berusaha memperbaikinya.
Kembali ke Home- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Bank Indonesia (BI) melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) melaporkan, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sebesar Rp17.666 pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026).
Nilai tukar itu melemahkan rupiah hingga 0,97% dibanding penutupan perdagangan pada Rabu lalu (13/5/3036) yang mencapai Rp17.496 per US$.
Nilai pada penutupan perdagangan hari ini kembali menjadi rekor terlemah sepanjang sejarah.
Melemahnya rupiah dalam sebulan terakhir disebut karena sejumlah faktor, dari imbas perang di Timur Tengah hingga tekanan fiskal dalam negeri. Kondisi ini sempat direspons oleh Presiden Prabowo Subianto.
Melansir Katadata, Prabowo menyatakan masyarakat desa tidak perlu terlalu khawatir terhadap kenaikan dolar AS karena warga perdesaan tidak menggunakan mata uang tersebut dalam transaksi sehari-hari. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Namun, sejumlah ekonom menilai pelemahan rupiah tetap akan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap masyarakat perdesaan.
Para ekonom itu, di antaranya Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda; Ekonom Center of Reform on Economics (Core), Yusuf Rendy Manilet; dan Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga, Gigih Prihantono, menyebut dampak kurs dolar tidak bekerja melalui transaksi masyarakat semata, tetapi melalui rantai pasok barang, biaya impor, energi, dan distribusi.
Artinya, meskipun orang desa tidak memegang dolar AS, pelemahan rupiah tetap dapat mempengaruhi harga kebutuhan pokok, biaya produksi pertanian, hingga daya beli rumah tangga.
(Baca Katadata oleh Izzul Millati: Apa Dampak Pada Orang Desa Jika Rupiah Terus Melemah? Ini Analisis Ekonom)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17 | -0.03 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Apr) | 0,13% | -0.28 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |