Inflasi Makanan, Minuman dan Tembakau di Kabupaten Kayong Utara Bulan April Mencapai 0,17%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Harga-harga komponen penyumbang inflasi makanan di Kabupaten Kayong Utara pada April kemarin mencapai 0,17%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat -0,4%. Di antara enam kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang 0,15% inflasi daerah.
(Baca: Harga Transportasi di Kota Sukabumi Turun 0,32%)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) makanan, minuman dan tembakau di Kabupaten Kayong Utara berada di level 108,8 pada April 2025, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 108,62.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi makanan, minuman dan tembakau telah mencapai 1,96% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Kabupaten Kayong Utara telah mengalami pertumbuhan 0,6% (year to date/ytd).
Hasil survei BPS, data per April 2025, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan ketiga di bandingkan sub kelompok lainnya.
(Baca: Bulan April, Inflasi Makanan, Minuman dan Tembakau di Kabupaten Timor Tengah Selatan Mencapai 7,36%)
Berikut ini inflasi subkelompok makanan, minuman dan tembakau yang di ukur BPS per April di Kabupaten Kayong Utara :
- Kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,15%
- Kelompok makanan 0,17%
Dibandingkan dengan 150 kabupaten/kota lain, inflasi makanan, minuman dan tembakau tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,04% dengan IHK sebesar 112.88 dan terendah terjadi di Kabupaten Jayawijaya turun 1,01% dengan IHK sebesar 124.94. Sementara untuk Kabupaten Kayong Utara ini menempati urutan 79.
Pencapaian inflasi Indonesia pada Maret 2025 sebesar 1,65% secara bulanan dan 1,95% secara tahunan. Meski tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulanan sebelumnya, tingkat inflasi bulanan ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat turun 7,27%.