Menurut publikasi Bank Indonesia (BI), data per Januari 2026, nilai ekspor SITC kode 65 benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 78,11 juta ton. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 100% dari total seluruh provinsi.
Urutan pertama adalah Jawa Tengah, wilayah ini mencatatkan hingga 30,74 juta ton. Provinsi ini mencatatkan penurunan -1,16 juta ton dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
(Baca: Provinsi Banten Ekspor US$49,7 Juta Bahan Plastik)
Berikutnya adalah Banten yang mencatatkan nilai ekspor SITC kode 65 benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya 21,15 juta ton lebih kecil periode yang sama bulan sebelumnya. Sedangkan untuk data bulanan, nilai ekspor SITC kode 65 benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya di provinsi ini turun 6,42% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, Jawa Timur dengan nilai ekspor SITC kode 65 benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya 19,1 juta ton (turun 1,92%), DKI Jakarta dengan nilai ekspor SITC kode 65 benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya 6,03 juta ton (naik 30,12%) dan Bali dengan nilai ekspor SITC kode 65 benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya 531,67 ribu ton (turun 15,41%)
(Baca: Nilai Ekspor Kulit Disamak dan Barang Kulit Provinsi DI Yogyakarta Januari 2026)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan nilai ekspor SITC kode 65 benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya jumlah tertinggi:
- Jawa Barat 117,66 juta ton
- Jawa Tengah 30,74 juta ton
- Banten 21,15 juta ton
- Jawa Timur 19,1 juta ton
- DKI Jakarta 6,03 juta ton
- Bali 531,67 ribu ton
- DI Yogyakarta 23.800 ton
- Papua 720 ton
- Sulawesi Tenggara 540 ton