Indonesia membukukan ekspor dengan Bangladesh US$ 3,89 miliar data per Desember 2022. Nilai tersebut naik 32,99% dibandingkan ekspor tahun sebelumnya yang tercatat US$ 2,93 miliar.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Bangladesh, ekspor dalam 10 tahun terakhir dalam tren naik. Tahun 2022 merupakan catatan sejarah dengan rekor nilai ekspor tertinggi.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diekspor ke Bangladesh, 44 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Selain itu menurut data Trademap, ke negara ini terdapat dua produk utama Indonesia yang diekspor setiap tahun. Artinya, ada ketergantungan cukup besar untuk produk-produk ekspor tersebut. Lainnya, sebagian besar produk merupakan ekspor produk yang juga banyak diekspor ke negara lain yang jumlahnya tercatat ada 69 produk.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diekspor Indonesia ke Bangladesh. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Lemak dan minyak hewan, sayuran atau mikroba dan produk belahannya
Di urutan pertama, Indonesia banyak mengekspor Lemak dan minyak hewan, sayuran atau mikroba dan produk belahannya. Dalam klasifikasi tradmap, Lemak dan minyak hewan, sayuran atau mikroba dan produk belahannya masuk kategori produk HS dengan kode 15. Produk ini merupakan jenis barang ekspor yang dikelompokkan bersama dengan Disiapkan lemak yang dapat dimakan dan ..
Pada 2022, Indonesia tercatat mengekspor US$ 1,49 miliar. Nilai ekspor Lemak dan minyak hewan, sayuran atau mikroba dan produk belahannya;Disiapkan lemak yang dapat dimakan;. ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 1,38 miliar.
- Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari penyulingan mereka
Masuk dalam kode HS 27, Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari penyulingan mereka merupakan kelompok produk barang ekspor yang dikategorikan bersama dengan zat bitumen dan mineral. Dari negara ini, Indonesia mengekspor US$ 1,32 miliar.
- Serat stapel buatan manusia
Produk lainnya, Indonesia banyak mengekspor Serat stapel buatan manusia ke Bangladesh. Nilai ekspor produk ini tercatat senilai US$ 217,497 ribu. Jumlah ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 189,094 ribu. Indonesia tercatat mengekspor produk ini ke 106 negara. Ekspor Serat stapel buatan manusia ke Bangladesh tercatat berada di urutan kedua. Lima negara lain yang menjadi sumber ekspor Serat stapel buatan manusia adalah Türkiye, India, Pakistan dan Jepang.
- Garam
Indonesia melakukan ekspor produk ini dengan tujuan ke 67 negara. Ekspor Garam ke negara ini merupakan yang terbesar. Pada 2022, Indonesia tercatat melakukan ekspor senilai US$ 189,486 ribu. Negara lain yang masuk lima besar tujuan ekspor adalah Singapura, Taipei, Cina, Filipina dan Cina.
- Kapas
Produk lainnya, Indonesia juga tercatat banyak mengekspor Kapas ke Bangladesh. Nilai ekspor produk ini pada 2022 sebanyak US$ 118,301 ribu. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 128,386 ribu. Ekspor Kapas yang terbesar saat ini masih dengan tujuan ke Bangladesh. Selain negara ini, lima negara terbesar yang menjadi sumber ekspor Kapas Indonesia adalah Cina, Jepang, Honduras dan Amerika Serikat.