Indonesia membukukan impor dengan Barbados sebesar US$ 0,26 juta data per Desember 2021. Nilai tersebut naik 215,85% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 82 ribu.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Barbados, impor dalam 10 tahun terakhir telah berkurang sangat drastis. Terendah impor Indonesia adalah US$ 11 ribu dan untuk impor tertinggi di angka US$ 1,15 juta.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Barbados, 0,04 ribu produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk impor dari tempat ini, merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain yang jumlahnya tercatat ada empat produk.
- Mesin dan peralatan listrik dan bagian -bagiannya
Di urutan pertama, Indonesia banyak mengimpor Mesin dan peralatan listrik dan bagian -bagiannya. Dalam klasifikasi tradmap, Mesin dan peralatan listrik dan bagian -bagiannya masuk kategori produk HS dengan kode 85. Produk ini merupakan jenis barang impor yang dikelompokkan bersama dengan dan Perekam dan reproduksi suara, televisi..
Pada 2021, Indonesia tercatat mengimpor sebanyak US$ 97 ribu. Nilai impor Mesin dan peralatan listrik dan bagian -bagiannya;Perekam dan reproduksi suara, televisi.. ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 48 ribu.
- Bahan kimia anorganik
Di urutan kedua, impor Indonesia paling banyak adalah produk Bahan kimia anorganik. Nilai impor dari Barbados pada 2021 tercatat US$ 66 ribu. Angka ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 28 ribu.
- Plastik dan artikelnya
Produk lainnya , Indonesia banyak mengimpor Plastik dan artikelnya dari Barbados. Nilai impor produk ini tercatat sebanyak US$ 55 ribu. Pada tahun sebelumnya Indonesia tidak mencatat adanya impor dari negara ini. Selain Barbados, Indonesia juga mengandalkan impor Plastik dan artikelnya dari Cina, Thailand, Singapura, Korea, Republik dan Malaysia. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari 99 negara lainnya.
- Wadding, Felt dan Nonwovens
Untuk produk Masuk dalam kode HS 56, Wadding, Felt dan Nonwovens merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan benang khusus dan benang, tali, tali dan kabel dan artikelnya. Dari negara ini, Indonesia mengimpor sebanyak US$ 42 ribu. Selain Barbados, Indonesia juga mengandalkan impor Wadding, Felt dan Nonwovens dari Cina, Thailand, Korea, Republik, Jepang dan Vietnam. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari 56 negara lainnya.
- Zat albuminoidal
Produk ini diperoleh dengan mendatangkannya dari 49 negara. Impor Zat albuminoidal dari negara ini berada di urutan 152. Pada 2021, Indonesia tercatat melakukan impor US$ 0 ribu. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah Cina, Thailand, Selandia Baru, Malaysia dan Belanda.