Boris Johnson Masuk Daftar PM Inggris dengan Jabatan Tersingkat dalam 50 Tahun Terakhir

Politik
1
Reza Pahlevi 08/07/2022 14:00 WIB
Perdana Menteri Inggris dengan Masa Jabatan Tersingkat dalam 50 Tahun Terakhir
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Boris Johnson mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris pada Kamis (7/7/2022). Politikus Partai Konservatif tersebut menjabat selama 2 tahun 348 hari.

Ini membuat Johnson menjadi PM Inggris dengan masa jabatan tersingkat keempat setidaknya dalam 50 tahun terakhir.

Sir Alec Douglas-Home menjadi PM Inggris dengan masa jabatan tersingkat dalam periode 50 tahun terakhir. Douglas-Home harus mengundurkan diri setelah 1 tahun 1 hari menjabat akibat masalah kesehatan.

Lalu, Sir Anthony Eden di peringkat kedua dengan masa jabatan 1 tahun 279 hari. Krisis Suez dianggap sebagai alasan Eden mengundurkan diri.

Gordon Brown di peringkat ketiga dengan masa jabatan 2 tahun 318 hari. Brown menggantikan Tony Blair yang mengundurkan diri pada 2017.

Boris Johnson menjabat sebagai PM Inggris setelah menjadi salah satu aktor utama keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa atau yang biasa disebut Brexit.

Pengundurannya diri ini disebabkan oleh pengangkatan Chris Pincher sebagai Deputy Chief Whip, jabatan yang mengorganisasi voting di parlemen.

Belakangan, Chris Pincher terbukti pernah melakukan kejahatan seksual dan Boris Johnson dituduh mengangkatnya meski tahu masalah tersebut. Ini pun membuat munculnya mosi tidak percaya terhadap Johnson, termasuk dari partainya sendiri.

(baca: Inflasi Inggris Capai 9,1% (YoY) pada Mei 2022)

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.