Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada tiga kabupaten/kota dengan rerata vaksinasi mingguan di atas rata-rata di Sulawesi Selatan yang saat ini tercatat 1.222,33 dosis data per Selasa, 26 April 2022.
(Baca: Vaksinasi Dosis 2 di Kabupaten Bangka Selatan Menjadi yang Terendah di Kepulauan Bangka Belitung)
Rerata vaksinasi tiga kabupaten/kota teratas dengan angka di atas 2.000 dosis adalah Gowa, Bone dan Jeneponto dengan masing-masing nilai 2.489 dosis, 2.471 dosis dan 2.181 dosis.
Gowa berada di urutan pertama dengan rerata vaksinasi mingguan sebanyak 2.489 dosis. Adapun pemakaian vaksin sampai dengan kemarin tercatat 758,24 ribu dosis. Dalam rekapitulasi data dashboard nasional, pencapaian vaksinasi lengkap di wilayah ini telah mencapai 56,6 persen.
Menurut Kementerian Kesehatan, stok vaksin yang tersedia di kabupaten ini akan segera habis dalam 27 hari ke depan. Sisa hari pemakaian ini diperhitungkan berdasarkan stok yang tersedia sebanyak 69.158 dosis dan penggunaan vaksin merupakan yang tertinggi di Sulawesi Selatan.
Menyusul Bone dengan catatan vaksinasi 2.471 dosis. Stok vaksin yang tersedia di kabupaten ini akan segera habis dalam 29 hari ke depan. Sisa hari pemakaian ini diperhitungkan dari sisa stok yang tercatat tinggal 73.588 dosis.
Di urutan selanjutnya adalah rerata vaksinasi mingguan di Jeneponto 2.181 dosis dan capaian vaksinasi lengkap 46,47 persen, rerata vaksinasi mingguan di Bulukumba 1.082 dosis dan capaian vaksinasi lengkap sebesar 53,22% dan rerata vaksinasi mingguan di Maros 1.076 dosis dan capaian vaksinasi lengkap sebesar 52,31%
(Baca: 10 Kabupaten/Kota dengan Rerata Vaksinasi Tertinggi di Sulawesi Tenggara (Selasa, 26 April 2022))
Wilayah di luar Jawa dengan nilai rerata vaksinasi tertinggi beberapa di antaranya adalah Simalungun, Rokan Hulu dan Lampung Tengah dengan masing-masing rerata vaksinasi yakni 7.506 dosis, 6.305 dosis dan 6.083 dosis.
Meski penularan Covid-19 di sebagian wilayah telah turun, pemerintah mengimbau agar semua orang ikut mengurangi transmisi Covid-19 dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, serta sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Tak berkerumun dan mengurangi mobilitas turut berkontribusi menekan laju penularan virus corona.