Pasar E-Wallet Indonesia Diproyeksikan Capai US$70 Miliar pada 2025

Teknologi & Telekomunikasi
1
Reza Pahlevi 21/03/2022 17:50 WIB
Proyeksi Nilai Transaksi E-Wallet di Indonesia (2021-2025)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Menurut riset lembaga konsultan pemasaran yang berbasis di India, RedSeer, nilai transaksi dompet digital atau e-wallet di Indonesia diproyeksikan dapat mencapai US$70,1 miliar pada 2025. Nilai ini mencakup 55% dari total nilai transaksi e-wallet di kawasan Asia Pasifik.

Pada 2020 nilai transaksi e-wallet Indonesia tercatat sebesar US$17,8 miliar. RedSeer pun menilai tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) e-wallet Indonesia bisa mencapai 31,5% sampai 2025.

RedSeer memproyeksikan nilai transaksinya mencapai US$28 miliar pada 2021, US$30,8 miliar pada 2022, US$40,5 miliar pada 2023, dan US$53,3 miliar pada 2024.

RedSeer optimis bahwa pandemi Covid-19 akan mempercepat adopsi pembayaran digital. Pertumbuhan e-wallet hingga 2025 ini juga diprediksi akan didukung oleh e-commerce dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berpindah ke dalam jaringan (daring).

Pasar e-commerce di Indonesia juga diperkirakan meningkat hingga US$137,5 miliar pada 2025. Nilai ini mencakup 60% dari total nilai transaksi di Asia Pasifik.

(Baca Juga: Nilai Transaksi E-Commerce Indonesia Diperkirakan Capai US$137,5 Miliar pada 2025)

Editor : Adi Ahdiat
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.