Jahe, Tanaman Biofarmaka dengan Produksi Terbesar di Jambi
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Jahe merupakan jenis tanaman biofarmaka dengan produksi terbesar di Provinsi Jambi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jahe di Jambi mencapai 1.379,15 ton pada 2020 atau naik 91,3% dari tahun sebelumnya yang sebesar 721,08 ton.
Produksi tanaman biofarmaka terbesar berikutnya adalah laos/lengkuas yang sebesar 622,08 ton. Kemudian, produksi kunyit dan kencur di Jambi masing-masing sebanyak 499,28 ton dan 233,9 ton.
Berdasarkan sebaran wilayahnya, produksi jahe terbesar terdapat di Kabupaten Kerinci sebanyak 748,81 ton. Kabupaten Kerinci juga menjadi produsen terbesar laos/lengkuas di Jambi sebanyak 261,04 ton. Adapun, produksi kunyit dan kencur terbesar terdapat di Kabupaten Merangin yang masing-masing sebesar 200,41 ton dan 135,31 ton.
Luas panen tanaman jahe di Jambi sebesar 69,06 hektar pada 2020, terluas dibandingkan jenis tanaman biofarmaka lainnya. Luas panen tanaman laos/lengkuas berada di urutan berikutnya sebesar 31,54 hektar.
Tanaman biofarmaka atau tanaman obat adalah jenis-jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat dan digunakan untuk penyembuhan atau mencegah berbagai penyakit.
(Baca Selengkapnya: Lengkuas, Tanaman Biofarmaka Paling Banyak Diproduksi di Kepulauan Riau pada 2020)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.942 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |