Mayoritas Masyarakat RI Nilai Isu Perubahan Iklim Serius dan Mengancam

Demografi
1
Dimas Jarot Bayu 19/09/2021 09:00 WIB
Persepsi Publik Indonesia Terkait Perubahan Iklim
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Berdasarkan laporan ISEAS-Yusof Ishak Institute, mayoritas atau 71,7% masyarakat Indonesia menilai isu perubahan iklim serius dan berpotensi mengancam kehidupan masyarakat. Persentase itu merupakan yang tertinggi ketiga di Asia Tenggara.

Posisi pertama ditempati oleh Vietnam dengan 80% masyarakatnya menilai perubahan iklim merupakan masalah serius dan mengancam kehidupan di negara mereka. Setelahnya ada Filipina dengan 77,9% menyatakan hal serupa.

Sementara itu, ada 27,2% responden di Indonesia yang menilai perubahan iklim merupakan isu penting yang harus terus dipantau. Hanya 1,1% masyarakat Indonesia yang menilai perubahan iklim tak memiliki basis ilmiah.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa banjir merupakan ancaman paling serius dari perubahan iklim di Indonesia. Ada 89,1% responden di dalam negeri yang menyatakan hal tersebut.

Sebanyak 69,6% masyarakat Indonesia menilai kenaikan permukaan air laut menjadi ancaman serius dari perubahan iklim. Sedangkan, 64,1% masyarakat Indonesia menyatakan tanah longsor menjadi hal yang perlu diwaspadai dari masalah perubahan iklim.

Laporan ISEAS-Yusof Ishak Institute disusun berdasarkan survei secara daring pada 11 Juni - 2 Agustus 2021. Ada sekitar 610 responden di 10 negara Asia Tenggara yang berpartisipasi dan mengisi survei secara lengkap.

(Baca: 5 Ancaman Terbesar pada Keanekaragaman Hayati di Bumi)

Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.