IKLAN

Sebanyak 56,7% Penduduk Indonesia Tinggal di Perkotaan pada 2020

Persentase Penduduk Daerah Perkotaan Indonesia (2010-2035)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS),

katadata logo databoks logo
Disalin..
IKLAN

Penulis: Monavia Ayu Rizaty

Editor: Dimas Jarot Bayu

18/8/2021, 13.00 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, sebanyak 56,7% penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan pada 2020. Persentase tersebut diprediksi terus meningkat menjadi 66,6% pada 2035.

Sejalan dengan itu, Bank Dunia juga memperkirakan sebanyak 220 juta penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan pada 2045. Jumlah itu setara dengan 70% dari total populasi di tanah air.

DKI Jakarta menjadi kota yang paling banyak didatangi oleh penduduk dari daerah-daerah lain. Bukan hanya kedatangan orang yang berdomisili tetap dan mencari pekerjaan, Jakarta juga didatangi oleh para komuter. Berdasarkan data BPS pada 2019, 1,25 juta komuter dari wilayah Bodetabek memiliki kegiatan utama di Jakarta.

Urbanisasi ke kota-kota besar seperti Jakarta akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Kendati, ada dampak buruk yang ditimbulkan urbanisasi, seperti kemacetan, wilayah kumuh, meningkatnya kriminalitas, polusi, dan sebagainya.

Urbanisasi juga berdampak pada daerah yang ditinggalkan. Daerah yang ditinggalkan akan mengalami pertumbuhan ekonomi lebih lambat karena sebagian besar penduduk usia produktifnya tinggal di kota besar.

Sebagai informasi, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat bahwa lebih dari separuh populasi dunia tinggal di kota pada saat ini. Angkanya pun diperkirakan terus meningkat hingga tiga miliar pada 2050.

(Baca: Jabodetabek, Wilayah Urban dengan Populasi Terbesar Kedua di Dunia)

IKLAN

data terkait