Total Jam Kerja Global Berkurang Akibat Pandemi

1
Andrea Lidwina 25/09/2020 07:50 WIB
Image Loader
Memuat...
Persentase Berkurangnya Total Jam Kerja* (2020)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyebutkan total jam kerja secara global pada kuartal I-2020 berkurang 5,6% dibandingkan kuartal IV-2019. Persentase itu meningkat hingga 17,3% pada kuartal II-2020, atau setara dengan hilangnya 495 juta lapangan kerja tetap.

Jika dilihat per kawasan, Asia Pasifik mencatatkan pengurangan jam kerja paling tinggi pada Januari-Maret 2020, yakni 7,3%. Hal ini sejalan dengan merebaknya virus corona yang pertama kali terjadi di Tiongkok, disusul dengan penerapan lockdown secara nasional.

(Baca: Ternyata Rata-rata Upah Buruh per Jam Sebesar Ini)

Namun, posisinya berbalik pada kuartal II-2020. Asia Pasifik memiliki persentase terendah, sementara Amerika memimpin dengan 28%. Pengurangan jam kerja di wilayah lainnya pun berada di kisaran 15-17%.

Meski begitu, ILO memprediksi total jam kerja berkurang lebih sedikit di semua wilayah pada kuartal III-2020, dengan rata-rata global 12,1%.

Data Terkait

Data Pasar

Macro update by
01 October 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Sep) 3,28% +0.09
Inflasi mom (Agu) 0,21% +0.35
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.930 +0.42
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Ekspor Migas (Jul) 787,60 -26.07
Neraca perdagangan (Agu) 3,55 +2,814.03
Impor Migas (Jul) 3,77 -17.33
Ekspor (Jul) 26,22 +2.98
Impor (Jul) 26,09 +0.72
Kunjungan Wisman (Jul) 1,53 +9.99
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...