Defisit Transaksi Berjalan Tembus 3% dari PDB pada Triwulan II 2019

Moneter
1
Dwi Hadya Jayani 09/08/2019 16:07 WIB
Defisit Transaksi Berjalan 2016-2019
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Berdasarkan data Bank Indonesia, defisit neraca transaksi berjalan (current account defisit/CAD) melonjak 20,51% dari US$ 6,97 miliar pada triwulan I 2019 menjadi US$ 8,4 miliar pada triwulan II 2019. Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, defisit neraca transaksi berjalan juga mengalami kenaikan hingga 5% dibandingkan dengan posisi triwulan II 2018 sebesar US$ 8 miliar.

Defisit transaksi berjalan pada triwulan II 2019 setara dengan 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 2,6%.

Lonjakan defisit transaksi berjalan dipengaruhi oleh perilaku musiman repatriasi dividen dan pembayaran bunga utang luar negeri. Selain itu, defisit neraca transaksi berjalan juga dipengaruhi dampak pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat dan harga komoditas yang turun.

(Baca Databoks: Defisit Neraca Transaksi Berjalan Indonesia Diprediksi 2,7% pada 2020)

Editor : Hari Widowati
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.