Bayar Utang Pemerintah, Cadangan Devisa Turun US$ 4 Miliar

Penulis: Dwi Hadya Jayani

Editor: Hari Widowati

13/6/2019, 15.40 WIB

Penurunan cadangan devisa ini disebabkan oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan berkurangnya simpanan valas perbankan di BI.

Cadangan devisa Indonesia turun US$ 4 miliar menjadi US$ 120,3 miliar pada Mei 2019 dibandingkan April 2019. Posisi cadangan devisa ini merupakan yang terendah sejak awal 2019. Secara berturut-turut, posisi cadangan devisa pada Januari 2019 sebesar US$ 120,07 miliar, Februari  US$ 123,3 miliar, Maret US$ 124,5 miliar, dan April sebesar US$ 124,3 miliar.

Baca selengkapnya

Direktur Eksekutif Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan, penurunan cadangan devisa Mei 2019 disebabkan oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, penurunan ini juga dipengaruhi oleh berkurangnya simpanan valas perbankan di BI. Perbankan menarik dananya untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas valas terkait siklus pembayaran dividen beberapa perusahaan asing dan libur Lebaran.

Posisi cadangan devisa Mei 2019 ini setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu cadangan devisa ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.

(Baca Databoks: Cadangan Devisa Indonesia Susut US$ 200 Juta pada April 2019)

Tampilkan minimal

Cadangan Devisa Indonesia Januari-Mei 2019

 
  • Sumber

    Bank Indonesia

  • Rilis

    Bank Indonesia 13 Juni 2019

  • Informasi lain

    Bank Indonesia

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya