Berkurangnya Penduduk Miskin Belum Mampu Menekan Kesenjangan

20 September 2018

Berkurangnya penduduk miskin selama ini belum mampu menekan gap antara si miskin dan si kaya secara maksimal.

Pembangunan yang dilakukan pemerintah seiring tumbuhnya ekonomi sekitar 5% mampu menekan angka kemiskinan. Namun, turunnya kemiskinan tersebut belum mampu menurunkan ketimpangan pengeluaran antara masyarakat miskin dengan yang kaya secara maksimal.

Baca selengkapnya

Data Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2018 turun menjadi 25,95 juta jiwa atau sekitar 9,82% dari total populasi. Dari grafik di bawah ini menunjukkan bahwa angka kemiskinan mengalami tren penurunan sejak krisis moneter 1998 dan mencapai level terendahnya hingga di bawah 10% untuk pertama kalinya. Namun, turunnya kemiskinan dianggap semu oleh beberapa kalangan karena ditopang oleh kucuran bantuan sosial dan bukan karena perbaikan secara struktural.

Berkurangnya penduduk miskin selama ini belum mampu menekan gap antara si miskin dan si kaya secara signifikan. Data BPS menunjukkan indikator kesenjangan (rasio Gini) pada Maret 2018 sebesar 0,389. Meskipun turun dibanding posisi September dan Maret 2017, ketimpangan pengeluaran masyarakat tersebut masih jauh di atas saat terjadi krisis yang berada di level 0,308.

(Baca Databoks: Berkurang 633 Ribu, Penduduk Miskin Indonesia Catat Rekor Terendah Sejak 1998)

Tampilkan minimal

Angka Kemiskinan dan Kesenjangan (1996-Mar 2018)

 
  • Sumber

    Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Rilis

    Badan Pusat Statistik (BPS) Juli 2018

  • Informasi lain

    Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya