Impor Januari-Agustus 2018 Melonjak 25%

18 September 2018

Tiongkok masih menjadi negara asal impor barang terbesar bagi Indonesia.

Impor pada Agustus mengalami penurunan, namun secara akumulasi sepanjang delapan bulan pertama 2018 meningkat hampir mencapai 25% dibanding tahun sebelumnya. Data Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor Indonesia pada periode Januari-Agustus 2018 melonjak 24,52% menjadi US$ 124,19 miliar (Rp 1.844 triliun) dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara nilai ekspor hanya tumbuh 10,39% menjadi US$ 120,1 miliar (Rp 1.784 triliun) dari sebelumnya. Alhasil, defisit neraca perdagangan tahun ini makin melebar menjadi US$ 4,09 miliar atau setara Rp 61 triliun.

Baca selengkapnya

Tiongkok masih menjadi negara asal impor barang non migas terbesar bagi Indonesia. Nilai impor Indonesia dari Negeri Tirai Bambu tersebut untuk periode Januari-Agustus tahun ini mencapai US$ 28,78 miliar naik 31,57% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian terbesar kedua berasal Jepang dengan nilai US$ 11,98 miliar, naik 23,73% dari sebelumnya. Lalu terbesar ketiga, impor Indonesia berasal dari Thailand dengan nilai US$ 7,29 miliar, naik 18,92% dari sebelumnya.

Berdasarkan golongan penggunaan barang, impor barang mengalami pertumbuhan terbesar. Sepanjang periode Januari-Agustus 2018 impor barang modal tumbuh 29,24% menjadi US$ 19,5 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian diikuti barang konsumsi yang naik 27,38% menjadi US$ 11,54 miliar dari sebelumnya dan bahan baku/penolong tumbuh 23,24% menjadi US$ 93,2 miliar dari sebelumnya.

Tampilkan minimal

Nilai impor dan Ekspor Indonesia (Jan-Agt 2018)

 
  • Sumber

    Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Rilis

    Badan Pusat Statistik (BPS) 17 Sep 2018

  • Informasi lain

    -

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya