Nilai Impor Kedelai Indonesia 2015

04/08/2016 15:03 WIB
Image Loader
Memuat...
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Indonesia masih ketergantungan pada impor kedelai. Produksi dalam negeri salah satu bahan pangan utama ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan kedelai yang kian meningkat dari waktu ke waktu. Luas lahan yang terus berkurang, rendahnya produktifitas kedelai lokal, rendahnya harga kedelai lokal sehingga petani enggan membudidayakan kedelai, dan kebijakan pembebasan impor kedelai membuat Indonesia harus mengimpor bahan baku tempe, tahu, dan kecap ini. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, pada enam bulan pertama tahun 2015, nilai impor kedelai relatif stabil di kisaran 200 juta USD. Namun, pada bulan Juli terjadi penurunan yang cukup signifikan menjadi 116 juta USD. Meskipun demikian, nilai impor kembali naik dan terus bertahan di kisaran 200 juta USD hingga Oktober 2015.

Data Pasar

Macro update by
01 July 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jun) 3,34% +0.26
Inflasi mom (Mei) 0,28% +0.15
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 18 +0.48
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Mei) -1,61 -1,907.18
Ekspor Migas (Apr) 1,16 -9.81
Impor Migas (Apr) 4,60 +45.09
Ekspor (Apr) 25,30 +12.32
Impor (Apr) 25,21 +31.28
Kunjungan Wisman (Apr) 1,25 +14.75
NTP (Mei) 113,79 +1.34

Data Populer

Loading...