Laporan Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) menunjukkan, konsumsi minyak sawit di Indonesia konsisten naik selama periode 2020-2025.
Konsumsi minyak sawit yang dimaksud adalah minyak mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak inti sawit (crude palm kernel oil/CPKO) untuk sektor pangan, biodiesel, dan oleokimia.
“Secara keseluruhan, konsumsi domestik minyak sawit di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat,” tulis IPOSS dalam Outlook Industri Sawit Indonesia 2026.
IPOSS memaparkan, total konsumsi diproyeksikan mencapai 27,67 juta ton pada 2026, meningkat hampir 10 juta ton dibandingkan pada 2020 yang hanya 16,52 juta ton.
Kenaikan konsumsi tersebut dipengaruhi beberapa faktor, terutama program biodiesel yang semakin berkembang, dan bertambahnya penduduk yang meningkatkan kebutuhan pangan.
IPOSS menyontohkan, pada 2020, total konsumsi minyak sawit untuk biodiesel terbilang rendah karena sekitar 7,23 juta ton. Namun, pada 2026, proyeksikan mencapai 15,74 juta ton, mencakup hampir 57% dari total konsumsi domestik.
“Proyeksi 2026 ini menggunakan asumsi B40 pada semester I 2026 dan dilanjutkan B50 pada semester II 2026, yang menyebabkan peningkatan konsumsi minyak sawit untuk biodiesel sebesar 2,43 juta,” jelasnya.
Sementara, konsumsi untuk pangan meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Namun, porsinya diprediksi turun karena pada 2020 ada 42% minyak sawit digunakan untuk pangan, tapi tahun ini diperkirakan akan kurang dari 30%.
Adapun sektor oleokimia, menunjukkan pertumbuhan yang stabil dari 2,35 juta ton pada 2020 dan diprediksi menjadi 3,73 juta ton pada 2025, seiring berkembangnya industri hilirisasi.
“Peningkatan konsumsi minyak sawit yang signifikan untuk biodiesel ini mencerminkan pergeseran besar dalam struktur permintaan domestik Indonesia,” ucapnya.
(Baca: Luas Perkebunan Sawit di Provinsi Indonesia pada 2024)