Hasil survei Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) mengungkap, sebanyak 90,96% responden ojek online (ojol) memiliki utang pada Agustus 2026. Sedangkan yang tidak memiliki tercatat 9,04%.
Dari kelompok yang punya utang, memiliki sisa tunggakan dengan nilai yang beragam.
Kisaran sisa utang terbanyak yakni lebih dari Rp20 juta, dengan 25,67% responden. Disusul rentang Rp10 juta-20 juta sebanyak 20,29%.
Dua tier tersebut sudah menyumbang hampir separuh dari total responden yang memiliki utang.
"Angka ini menunjukkan bahwa utang yang ditanggung pengemudi tidak semata berupa pinjaman kecil untuk kebutuhan jangka pendek," kata IDEAS dalam laporan Kondisi Ekonomi dan Kepemilikan Utang Ojol.
Berikut kisaran sisa utang yang dimiliki responden ojol Indonesia pada Agustus 2026:
Total sisa utang (483 responden)
- Di bawah Rp1 juta: 5,38%
- Rp1–3 juta: 15,73%
- Rp3–5 juta: 14,08%
- Rp5–10 juta: 18,84%
- Rp10–20 juta: 20,29%
- Lebih dari Rp20 juta: 25,67%
Besarnya sisa utang yang ditanggung pengemudi ojol itu selaras dengan cicilan harian yang harus dibayar.
Tercatat, cicilan lebih dari Rp100 ribu per hari paling banyak dialami pengemudi ojol, mencapai 28,57% responden.
(Baca: 90,96% Responden Ojol Punya Utang pada 2026, Ini Sumbernya)
Berikut rincian cicilan harian responden ojol Indonesia pada Agustus 2026:
Cicilan harian (483 responden)
- Di bawah Rp20 ribu: 12,01%
- Rp20 ribu–Rp39.999: 20,29%
- Rp40 ribu–Rp59.999: 17,18%
- Rp60 ribu–Rp79.999: 12,63%
- Rp80 ribu–Rp99.999: 9,32%
- Rp100 ribu atau lebih: 28,57%.
IDEAS menjelaskan, pengemudi memasuki skema pembiayaan dengan kewajiban yang tidak kecil, sementara penghasilan bersih harian mereka mayoritas berada di bawah Rp100 ribu per hari.
"Kesenjangan antara besarnya sisa utang dan tipisnya penghasilan inilah yang membentuk beban ganda, ketika pengemudi tidak hanya harus mencukupi kebutuhan hidup hari itu, tetapi juga menanggung cicilan dalam nominal besar yang pelunasannya membutuhkan waktu panjang di tengah pendapatan yang tidak menentu," kata IDEAS.
Survei ini melibatkan 483 dari total 531 pengemudi ojol yang tersebar di 51 kabupaten/kota pada 13 provinsi. Mayoritas responden adalah laki-laki yang sebesar 65,91%, sementara perempuan 34,09%.
Penelitian yang dilangsungkan secara daring pada 23-27 Agustus 2026 ini menggunakan metode non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling.
Pengumpulan responden dilakukan melalui jejaring Federasi Serikat Pengemudi Daring (FSPEED) di berbagai wilayah. Beberapa pertanyaan menggunakan format multiple response, sehingga responden dapat memberikan lebih dari satu jawaban.
(Baca: Utang Ojol Terbanyak untuk Kebutuhan Hidup hingga "Gali Lubang, Tutup Lubang")