Indeks Kemahalan Konstruksi Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan Capai 101,42 Poin pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 14/01/2026 16:11 WIB
Image Loader
Memuat...
Tren Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (2020-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan mencapai 101,42 poin pada 2025.

Angka tersebut naik 2,01 poin dibanding tahun lalu dan turun 0,32 poin dalam lima tahun terakhir.

Melansir publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai IKK Provinsi dan Kabupaten/Kota 2025, IKK adalah indeks harga yang menggambarkan tingkat kemahalan konstruksi suatu kabupaten/kota dibandingkan dengan harga di kota acuan yakni Kota Surabaya.

Semakin tinggi angka IKK di suatu kabupaten/kota, semakin tinggi pula harga konstruksi sebuah bangunan di daerah tersebut.

(Baca: Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2025, Jakarta Raih Skor Tertinggi)

Berdasarkan definisi tersebut, IKK Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang sebesar 101,42 poin menunjukkan bahwa harga konstruksi bangunan di daerah tersebut setara 1,014 kali harga konstruksi di Kota Surabaya.

Adapun dibandingkan dengan 13 kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan, IKK Kabupaten Hulu Sungai Tengah di urutan terendah ke-7.

IKK tertinggi berada di Kabupaten Kota Baru (99,52 poin), sedangkan terendah di Kabupaten Barito Kuala (107,09 poin).

Berikut ini daftar 5 kabupaten/kota dengan IKK terendah di Kalimantan Selatan pada 2025.

  1. Kabupaten Kota Baru: 99,52 poin
  2. Kabupaten Banjar: 100,31 poin
  3. Kabupaten Hulu Sungai Selatan: 100,42 poin
  4. Kabupaten Tanah Bumbu: 100,7 poin
  5. Kota Banjarmasin: 100,73 poin

Daftar 5 kabupaten/kota dengan IKK tertinggi di Kalimantan Selatan pada 2025.

  1. Kabupaten Barito Kuala: 107,09 poin
  2. Kabupaten Balangan: 103,92 poin
  3. Kabupaten Tanah Laut: 102,93 poin
  4. Kabupaten Tabalong: 102,21 poin
  5. Kabupaten Tapin: 102,09 poin

(Baca: September 2025, Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia Turun Lagi)

Data Populer

Loading...