Luiz Inácio Lula da Silva kembali memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) Brasil setelah meraup proporsi suara 51,79% dari total suara sah pada pemilihan tahap kedua, Senin (26/10/2026).
Diberitakan BBC, Lula yang merupakan tokoh sayap kiri Brasil, memiliki selisih 4,4 juta suara dari pesaingnya yang merupakan sayap kanan, Flávio Bolsonaro, dengan perolehan 48,21%.
Kemenangan ini cukup dramatis mengingat pada pemilihan tahap pertama Lula justru kalah dengan 45% suara, sedang Bolsonaro menyabet 47% pada 4 Oktober 2026.
Lula pun turun ke jalan merayakan kemenangannya atas Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro sekaligus tokoh yang sekoridor dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ini menjadi kemenangan keempatnya di tampuk kepresidenan Brasil.
"Masa jabatan keempat saya ini akan menjadi yang terbaik dari presiden mana pun dalam sejarah negara ini. Ini akan menjadi masa jabatan di mana saya paling banyak mendengarkan rakyat Brasil," kata Lula.
BBC menjelaskan, selama menjadi Presiden Brasil, Lula menggelontorkan miliaran dolar ke dalam program-program sosial dan mengklaim telah membantu membalikkan ketimpangan bersejarah di Brasil.
Dia menaikkan upah minimum jauh di atas tingkat inflasi dan memperluas bantuan negara kepada kelompok paling miskin melalui program bantuan keluarga, Bolsa Família, ia membantu sekitar 44 juta orang dan memperkuat dukungannya di kalangan rakyat miskin.
Kendati demikian, banyak pengamat berpendapat bahwa program tersebut gagal mengatasi masalah struktural yang menjadi akar kemiskinan, seperti kurangnya akses pendidikan.
Dia pun mengakhiri masa jabatannya delapan tahun kemudian pada 2010, setelah menjabat selama dua periode sebagai presiden.
Di laporan terpisah, BBC juga mengisahkan bahwa Lula merupakan seorang pekerja logam dan mendapat pekerjaan di sebuah kota industri dekat São Paulo. Dia kehilangan jari kelingking tangan kirinya akibat kecelakaan pada 1960-an.
Semula Lula tidak tertarik pada politik praktis, tetapi dia terjun sepenuhnya dalam aktivisme serikat buruh.
(Baca: Pelanggaran Norma Kerja Indonesia Juni 2026, Upah Terbanyak Diadukan)
Kemudian dia terpilih sebagai pemimpin Serikat Pekerja Logam yang beranggota sekitar 100 ribu orang pada 1975. Dia lantas mentransformasi aktivisme serikat buruh di Brasil dengan mengubah organisasi yang tadinya cenderung mendukung pemerintah menjadi gerakan independen.
Pada 1980, Lula menyatukan gabungan dari para anggota serikat buruh, intelektual, kelompok Trotskyis (cabang pemikiran Marxis-Leninis yang dikembangkan revolusioner Rusia, Leon Trotsky), dan aktivis Gereja untuk mendirikan Partai Pekerja (PT), partai sosialis besar pertama dalam sejarah Brasil.
Bersama PT, dia juga mengubah struktur kekuasaan di Brasil dengan platform sosial demokrat yang lebih pragmatis.
Meski begitu, Lula sempat diseret ke jeruji besi karena kasus dugaan korupsi tingkat tinggi yang dikenal sebagai Operasi Car Wash (Operação Lava Jato). Pada Juli 2017, ia dijatuhi hukuman lebih dari sembilan tahun penjara karena diduga menerima suap berupa apartemen tepi pantai dari perusahaan teknik OAS, tetapi kemudian diperberat menjadi 12 tahun setelah proses banding.
Lula juga dijatuhi hukuman 12 tahun 11 bulan penjara atas tuduhan korupsi dan pencucian uang karena diduga menerima suap dari dua perusahaan konstruksi dan teknik dalam bentuk pembiayaan renovasi rumah untuknya dan keluarga.
Dia tetap meyakini tidak bersalah, serta menilai kasus ini sarat motif politik.
Setelah menjalani masa hukuman sekitar 18 bulan pada 2019, dia pun dibebaskan menyusul putusan Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa penahanannya tidak sah secara prosedural, karena dilakukan sebelum seluruh upaya hukum banding habis digunakan.
(Baca: Gerakan Protes Aktif Global per Oktober 2026, Eropa Terbanyak)